Waterway, Nasibmu kini…


Program transportasi air (waterway) gagal dalam pengoperasiannya. Kini, wisata angkutan air yang diluncurkan 6 Juni 2007 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso, hanya meninggalkan fasilitas penunjang yang terbengkalai. Dua buah kapal yang biasa merapat sudah tak terlihat sejak beberapa waktu lalu. Kini dermaga Karet terlihat hancur, besi-besinya telah berkarat.

Semula saya berharap, proyek ini berjalan selamanya. Namun, harapan tidak sesuai kenyataan. Waterway

Pemandangan serupa juga terlihat di dermaga Halimun, Jl Sultan Agung, Jakarta Pusat. Corat-coret cat semprot yang dilakukan sekelompok orang iseng membuat dermaga tersebut terlihat makin tidak nyaman.

proyek ini pasti gagal penyebabnya:
1. Sungai yang dilewati kapal bukannya air bersih, tapi air bersampah membuat baling-baling kapal sering macet.
2. Sungai yang tercemar sampah baunya tidak sedap.
3. Banyak jembatan yg ketinggiannya sangat rendah
4. Kurangnya perawatan.

Kini, wisata angkutan air yang diluncurkan 6 Juni 2007 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso, hanya meninggalkan fasilitas penunjang yang terbengkalai. Ketika diresmikan, Sutiyoso berharap waterway dapat memenuhi kebutuhan angkutan umum alternatif yang murah dan bebas dari kemacetan. Namun harapan hanyalah tinggal harapan, yang tersisa saat ini hanya bangunan bergaya adat betawi berukuran 1×2 meter bercat hijau penuh debu dan tampak kumuh. Bangunan beton di tepian sungai tampak kumuh. Besi tangga dermaga rusak dan penuh karat. Lampu penerang dermaga tak lagi berfungsi. Perahu yang sempat bersandar di tepi dermaga pun tak lagi terlihat.

Marbun, 43, warga Setiabudi, mengatakan, kegagalan proyek waterway merupakan satu contoh program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dilaksanakan asal-asalan. Tanpa perencanaan matang. DKI dianggap ceroboh memanfaatkan uang rakyat. Ia menyayangkan dihentikannya armada transportasi air itu. Sebab di awal pengoperasiannya, waterway sangat dimintai masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seharusnya tak begitu saja menghentikan pengoperasian waterway. “Seharusnya dievaluasi dan dibenahi agar berkembang baik.”

Waterway rute Halimun-Karet itu diresmikan 6 Mei 2007 pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Penumpang dilayani dengan tiga dermaga yaitu Halimun, Dukuh Atas, dan Karet. Transportasi air sejauh 1,7 kilometer ini hanya beroperasi sekitar satu tahun.

Sumber :
1. http://archive.kaskus.us/thread/2176735
2. http://www.detiknews.com/read/2009/07/14/205222/1165058/10/waterway-kini-tinggal-kenangan?nd992203605
3. http://metro.vivanews.com/news/read/61250-fasilitas_waterway_terbengkalai

2 thoughts on “Waterway, Nasibmu kini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s