Ibu Muslimah (Laskar Pelangi)

Laskar pelangi adalah novel karangan Andrea Hirata yang diangkat dari kisah nyatanya di masa kecil. Bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh dengan keterbatasan.

Guru mereka, yang bernama lengkap N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid. Dia adalah Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi. Wanita lembut ini adalah pengajar pertama Laskar Pelangi dan merupakan guru yang paling berharga bagi mereka.

Kali ini, saya tidak akan membahas panjang lebar mengenai film atau novelnnya, tetapi akan membahas tentang bentuk tanggung jawab Ibu Muslimah yang dikisahkan dari film yang berjudul Laskar Pelangi terhadap Tuhan, negara, masyarakat, keluarga, dan terhadap diri sendiri. Tulisan ini merupakan tugas kuliah saya, dari mata kuliah ilmu budaya dasar, yang diberikan oleh dosen saya, Ibu Rakhmanita.

Tanggung jawab kepada Tuhan
Beliau dengan tekun mendidik murid-muridnya untuk menjadi anak-anak yang berakhlak mulia, dan mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada murid-muridnya.

Tanggung jawab kepada negara
Kesahajaan, kesederhanaan, kemauan yang kuat serta keteguhan hati untuk mendidik anak bangsa agar menjadi orang yang cerdas, berwatak mulia dan berguna bagi bangsa dan negara.

Tanggung jawab kepada masyarakat
Ibu Muslimah memberi contoh pada kita bahwa mendidik bukan sekadar mengajar, tapi juga sebuah proses pergumulan untuk mentransfer ilmu, mengajar, mendidik sampai pada membangun dan menjadikan manusia itu menjadi beradab dan berakal budi.

Tanggung jawab kepada keluarga
Selaku istri mampu mengabdi kepada suami dan keluarganya. Selaku wanita karir mampu membantu suami mencari nafkah untuk keluarganya.

Tanggung jawab kepada diri sendiri
Dikisah, di saat hujan turun dengan derasnya, Andrea Hirata kecil dan sembilan temannya merapat di dinding papan agar terhindar dari semburan air hujan yang masuk lewat atap seng yang bolong menutupi sekolah yang reot. Mereka yakin ibu guru, Ibu Muslimah, pasti datang. Sebab, Ibu Mus (panggilan Ibu Muslimah) bukan tipe guru yang gampang bolos atau semangat mengajar mudah runtuh gara-gara hujan. Benar saja, Ibu Mus datang berpayung daun pisang menembus hujan yang deras demi tanggung jawabnya sebagai seorang guru.

Refrensi :
http://www.averroespress.net/review-press/resensi-film/399-ibu-guru-muslimah-laskar-pelangi-tak-ada-anak-didik-yang-bandel.html
http://bmbuoljogja.blogspot.com/2011/01/tokoh-ibu-muslimah-cahaya-bagi-laskar.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi
http://imaprimisima.blogspot.com/2011/04/ibd-analisa-sosok-ibu-muslimah-dalam.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s