Si cantik Jalita

Awal kisah ini bermula saat saya mau pergi ke kampus. Kampus Gunadarma Margonda, Depok. Ada dua alasan saya mau pergi ke kampus, yaitu pertama, saya mewakili kelas untuk mengambil nomor ujian utama, yang kedua, saya mau naik si cantik Jalita. Jalita adalah rangkaian kereta listrik baru, rangkaian Ekonomi AC Jakarta-Bogor. Penasaran dengan apa yang ada di dalamnya, saya bela-belain nunggu di Stasiun Bojong Gede dari jam 7.50 sampai 8.45 demi memenuhi rasa keingintahuan saya saja.

Karena bosan menunggu, akhirnya saya putuskan untuk berangkat dengan kereta lain menuju kampus. Rasa capek berdiri beberapa jam membuat saya hampir putus asa. Kaki sudah pegel-pegel semua, udah lumayan siang juga. Ya sudahlah, pikir saya, mungkin lain kali saja.

Sampai di kampus,loket pengambilan kartu ujian utama belum buka. Akhirnya saya menunggu sampai loket buka. Saat itulah si cantik Jalita melintas sambil mengeluarkan klakson. Sial. Coba lebih sabar lagi, mungkin saya bisa naik kereta itu.

Loketpun dibuka. Waktu mengantri, melihat orang-orang mengumpulkan KRS, saya baru ingat kalau saya lupa bawa KRS. Dengan tangan hampa dan membawa sejuta rasa kecewa, saya melangkah pulang.

Selepas sholat dzhuhur dan makan siang, saya berangkat lagi menuju kampus. Sekarang sudah tidak mungkin lagi ketemu sama si Jalita. Naik kereta yang lebih dulu masuk ke stasiun untuk tujuan Stasiun Pondok Cina. Saya naik kereta ekonomi tujuan akhir Stasiun Manggarai. Lumayan, dapat tempat duduk dekat jendela sembari ditiup oleh angin.

Lalu sampailah saya di Stasiun Pondok Cina, tentu tak lupa dengan KRS saya. Mengantri di loket, isi tanda terima, dan selesai. Lalu saya pulang.

Saya mencuri dengar dari dekat loket tiket, “Mas, yang duluan ke Bogor apa?” Tanya seorang Ibu di depan loket. “Ekonomi”, kata petugas. Dengan bermodalkan tiket ekonomi tadi siang, saya langsung masuk ke stasiun dan menunggu kereta. Di stasiun cuaca sangat panas, bahkan tempat yang teduh saja rasanya panas. Saat panas-panasnya, diumumkan kereta AC tujuan akhir stasiun Depok (stasiun sebelum Bojong Gede) akan masuk di jalur menuju Stasiun Bogor. Dan, coba tebak yang masuk… JALITA…

Dalam hati saya, masuk atau tidak ya?. Saya putuskan untuk masuk walaupun tiketnya berbeda. Kalau kena denda tidak apa-apa, yang penting naik Jalita. Ternyata keretanya bagus juga. AC nya dingin sekali. Badan yang tadinya penuh keringat jadi kedinginan. Saya turun di Stasiun Depok Baru untuk melanjutkan perjalanan denga kereta ekonomi yang ada tepat di belakangnya.

Petualangan bersama si cantik Jalita berakhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s