Internet : Testimoni Gaya Novel

Internet. Orang sudah tidak asing lagi dengan jaringan yang satu ini. Meski mereka sendiri tidak begitu mengerti apa arti internet sebenarnya. “Apa itu internet ?” jawaban mereka : indomie telor kornet, internetwork, international network, jaringan komputer yang menghubungkan seluruh komputer di seluruh dunia, jaringan global, yang untuk BBM sama Twitter, makanan apaan itu ?, Bahasa planet mana itu ?, Itu looo yang pake paket full service dan banyak jawaban-jawaban yang lainnya.

Mereka hari ini baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat di dalamnya. ATM, social media Facebook, BBM, Twitter, website, playstore, email, BB, Android, Paket, Kuota, Socialita, Full service, WhatsApp, Line, Foursquare, blog, Google, Yahoo!, streaming, jual beli online, kaskus, dan serentet kata-kata yang kini bukan lagi “dianggap” bahasa asing yang perlu diterjemahkan dengan kamus beratus ribu lembar halaman.

Mereka tidak akan pernah peduli bagaimana sejarah internet, yang dulu merupakan koneksi komunikasi rahasia departemen Pertahanan Amerika Serikat tahun 1969 yang dikenal dengan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) yang berhasil membuat 2 buah komputer saling berkomunikasi melalui jaringan telepon kabel untuk keperluan militer. Atau tentang TCP/IP yang terbagi atas 7 lapisan yang membuat BBM mereka terkirim tanpa pending. Atau tentang bagaimana koneksi broadband yang membuat mereka menerima kiriman 60 397 977 karakter per detik ke gadget mereka. Banyak orang yang tidak mau dan memahami arti sebuah kerumitan yang membuat mereka lupa. Dan kini, mereka terlena akibat kemudahan yang ditimbulkan dari kesulitan dan kerumitan yang dulunya ada.

Internet kini digunakan untuk semua orang. Entah berapa jumlah pelanggan yang memiliki akses internet. Mulai dari balita, pelajar, tukang ojek, tukang ketoprak, tukang somai, direktur, presiden, banyak sekali. Hambatan waktu dan tempat bukan kendala; internet tersedia 24 jam non-stop. Kapan stopnya ya?; kiamat internet pasti terjadi, tetapi waktunya tidak ada yang tahu. Meski isu yang beredar sudah muncul, ternyata hanya tipuan saja. KIta semua mungkin tidak merasakan kerumitan bagaimana sebuah jaringan komputer seluruh dunia (internet) dibuat. Tapi kita menikmati hasil jerih payah orang (yang kalian katakan : “orang kurang kerjaan”) yang menciptakan sebuah benda sederhana dari sebuah kerumitan yang kompleks (yang malah menciptakan “kerjaan”).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s