Cerpen Anak : Klim dan Impiannya Melihat Salju

Di sebuah hutan yang dikelilingi oleh lebatnya pepohonan hijau, hiduplah seorang anak yang bernama Klim. Dia berangan-angan ingin melihat salju. Ia mengutarakan keinginan itu kepada sang Ibu, dan Ibu Klim berkata pada anaknya “Mungkin di suatu negeri di seberang sana kau akan menemukannya”. Lalu Klim bertanya pada ibunya “Bagaimana caranya aku pergi ke negeri itu?”, Ibu Klim berkata “Coba temui pamanmu. Mungkin dia mengetahui bagaimana caranya agar mencapai tempat tersebut”. Lalu, Klim bergegas pergi dari rumahnya di  perbukitan untuk menemui pamannya.

Paman Klim adalah seorang ahli dalam membuat kerajinan dari kayu. Pamannya juga pernah membuat kapal layar bersama dengan pekerjanya. Setelah ia menemui pamannya dan mengatakan bahwa ia ingin melihat salju, paman Klim berkata “Klim, yang paman tahu, perjalanan menuju negeri bersalju itu sangatlah berat. Kita membutuhkan banyak perbekalan dan tidak banyak dari orang-orang yang menempuh perjalanan ke negeri itu hilang ditelan keganasan ombak lautan”. Dengan kecewa, Klim pun pergi menuju dermaga kapal, tak jauh dari rumah pamannya.

Dia termenung dan masih memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa pergi ke negeri seberang untuk melihat salju. Sembari memancing, dia terus memikirkan segala hal tentang salju. Ia terus teringat-ingat dengan kisah temannya yang pernah diajak ayahnya yang seorang pedagang menjelajahi negeri-negeri. Lalu, terasa jorannya bergetar, lalu ia tarik dan iapun mendapatkan seekor ikan. Entah kenapa Klim merasa kasihan dan melepaskan kembali ikan itu.

Di tengah perjalanan pulang, ia bertemu dengan Jim, temannya yang pernah diajak oleh ayahnya melihat negeri bersalju itu. “Kenapa mukamu murung begitu?” sapa Jim. Klim berkata “Aku ingin melihat salju. Aku ingin sekali”. “Baiklah, teman. Besok ayahku akan ke negeri bersalju lagi. Tidakkah kau rasakan angin di sini mulai terasa dingin? Itu tandanya di negeri itu sedang turun salju. Kau boleh ikut aku dan ayahku. Setidaknya aku punya teman di sana, ayahku pasti setuju dang sangat senang”. “Wah, asyik! Aku akan minta izin ibuku dulu kalau begitu”. Klim pun bergegas pergi ke rumahnya dan mengatakan kepada ibunya bahwa ia ingin pergi bersama dengan Jim untuk melihat salju. Ibunya pun menyetujui dia pergi.

Keesokan paginya, Klim pergi dengan semangat menuju negeri bersalju. “Akhirnya, impianku terwujud. Aku percaya dan yakin impianku akan terwujud bila aku tetap percaya bahwa mimpiku akan terwujud” ucapnya dalam hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s