Landasan Teori

Lukmanul Hakim

14110086

3KA14

BAB II

LANDASAN TEORI

 

Pada pembuatan software game Pungut Sampah yang penulis susun, penulis menggunakan JDK(Java Developer Kit), NetBeans, dan ADT (Android Developer Tools). Sistem operasi android sangat mudah dipelajari, dan Google pun menyediakan banyak library untuk mengimplementasikan aplikasi kaya dengan mudah. Sistem operasi Android dimulai sejak diumumkan Open Handset Alliance di sekitar tahun 2007. Sebenarnya ide untuk membuat sistem operasi open source untuk peranti embedded sudah sejak lama. Karena backing dari Google yang sangat agresif, maka Android bisa sangat terkenal hanya beberapa tahun saja. Google menyediakan banyak keudahan untuk pengembang software pihak ketiga, seperti plugin Android Developer Tool untuk Eclipse (dan juga tool standalone) termasuk di dakamnya kemampuan untuk logging secara realtime, emulator realistis yang menjalankan ARM native error dan pelaporan error.

Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai Android adalah sebagai berikut.

  1. Android adalah sistem operasi embedded yang sangat bergantung pada kernel Linux untuk layanan-layanan core-nya, tetapi Android bukanlah Linux embedded. Misalnya, Android tidak mendukung utilitas standar linux, seperti X-Windows dan GNU C libraries. Android tidak mendukung keduanya.
  2. Penulisan program pada Android menggunakan framework Java, namun bukan Java. Karena library standar Java seperti Swing tidak didukung.
  3. Android merupakan sistem operasi Open Source, yang berarti bahwa setiap developer bisa melihat seluruh kode program sistem, termasuk stack radio. Tapi ada beberapa software proprietary yang tidak mungkin bisa diakses oleh developer, seperti navigasi GPS.

Java merupakan bahasa pemrograman yang digunakan pada Android. Namun, pada Android sudah disediakan beberapa library khusus yang hanya bisa digunakan pada Android. Java memiliki keunggulan dapat berjalan di berbagai platform. Saat dikompilasi, Java tidak menghasilkan program dalam bentuk executable, namun dalam bentuk Bytecode. Saat bytecode ingin dieksekusi, bytecode diterjemahkan lagi oleh interpreter untuk memperoleh hasil keluaran dari program tersebut.

Bytecode dianggap sebagai sekumpulan perintah dalam bahasa mesin untuk sebuah JVM(Java Virtual Machine). Setiap interpreter Java, baik berupa development tool maupun web browser merupakan implementasi dari JVM. Program yang dibuat dengan Java tidak mungkin dapat dijalankan did ala, komputer maupun alat lain yang tidak memiliki JVM (Budi 2010).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s