Kenangan : KRL Ekonomi (udah nggak ada)

KRL Ekonomi sudah dihapus

KRL Ekonomi sudah dihapus

<Translate to English

Ya, KRL Ekonomi akhirnya dihapuskan (sumber : dari TV). Memang untuk zaman modern saat ini sudah saatnya kerete itu dibesituakan.

Umurnya sudah sangat tua dan sering “mogok” di tengah rel sehingga kereta lain juga ikutan tersendat akibat KRL yang sering mogok. Banyak kenangannya kereta ini. Bagi saya, kereta ini sudah berjasa mengantarkan para mahasiswa yang kurang mampu untuk beli tiket KRL Ekonomi AC (yang saat itu masih berlaku, harganya Rp5500 dibanding Rp1000-Rp2000 untuk KRL Ekonomi Non-AC). Pengalaman saat itu benar-benar susah-sedihnya saya kuliah. Kondisi kereta yang sudah dari stasiun Bogor dan Cilebut penuh sesak dengan penumpang, saya nekat naik demi tidak terlambat kuliah. Kondisi di dalam gerbong pun sangat sesak. Boro-boro bisa pegangan, bergerak saja susah karena dari segala arah penumpang sudah mengepung saya sehingga tidak bisa berbuat apa-apa selain diam dan tetap memegang tas saya.KRL ekonomi rawan kejahatan, sudah dua kali saya kecopetan.

Bahasa Indonesia: Kereta kelas ekonomi, Stasiu...

Bahasa Indonesia: Kereta kelas ekonomi, Stasiun Gambir (Photo credit: Wikipedia)

Belum lagi pernah saya masuk saat dosen sudah meninggalkan ruangan (waktu itu ada kuis lagi) dikarenakan KRL yang saya tumpangi mogok di antara stasiun Citayam dan Bojong Gede. Saya harus loncat dari kereta (tingginya sekitar 75cm) dan cari alternatif lain agar bisa sampai ke kampus bagaimanapun caranya. Belum lagi cerita tentang teman perempuan saya yang sering ngajak bareng naik kereta.

Wah, sumpah nyesel bangett saya ngajak dia naik KRL Ekonomi. Belum lagi dengan tingkah saya yang mantan anak SMK (sangar, pemarah, nggak ramah sama cewek, kejam,dll). Herannya saya bener-bener ngerasa nggak berdosa ngajak itu cewek naek KRL ekonomi. Saya orang yang paling males beli tiket mahal saat itu, sedangkan dia bapaknya  kerja di PT.KA Commuter dan temen saya itu punya Gold Ticket yang bisa dipake untuk naek kereta sampe bosen. Pertanyaanya : kenapa dia ngajak saya berangkat-pulang bareng? padahal kan dia punya tiket para petinggi di PT.KA ????? Dia bisa naik ke kabin masinis, kenapa dia mau ke gerbong yang bejubel????. (nggak usah banyak nanya, lah. Kalo masalah cewek, hanya dia dan Alloh yang tau, Wallohu A’lam).

Risky Business, KRL Passangers

Risky Business, KRL Passangers (Photo credit: DMahendra)

Oke, balik lagi ngomongin masalah KRL ekonomi. Waktu saya naik KRL Ekonomi AC, dan ada isu kalau ekonomi bakalan dihapuskan, saya sempat berbincang dengan penumpang (bukan cewek)  dan orang itu nyeletuk  “ KRL ekonomi harus dihapuskan, tapi KRL Ekonomi AC harganya harus sama dengan KRL Ekonomi”. Di saat itu dalam hati saya berkata “Mana mungkin. KRL Ekonomi AC kan biaya perawatannya mahal”, tapi sekarang semua itu hampir jadi nyata. Dengan penerapan tarif progressive, tarif KRL semakin terjangkau (tentunya bagi saya juga selaku Mahaiswa).

One thought on “Kenangan : KRL Ekonomi (udah nggak ada)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s