Menonaktifkan Pengumpulan Data Anonim Pada Windows 10 untuk Menghemat Kuota Internet dan Peningkatan Privasi

Bukan rahasia bagi siapa pun yang menggunakan Windows 10 bahwa sistem operasi ini mengumpulkan banyak informasi pribadi dan mengirimkannya kembali ke Microsoft sehingga mereka mendapatkan lebih banyak data telemetri. Banyak pengguna tidak senang bahwa Windows 10 memata-matai mereka dan terus mencari cara untuk menghentikannya. Data yang dikirim tersebut secara diam-diam membuat lalu lintas internet kita juga meningkat, sehingga kuota internet kita juga bisa habis perlahan. Berikut adalah cara untuk mencegah Windows 10 mengumpulkan data sensitif Anda hanya dengan menggunakan Firewall Windows bawaan, cara ini saya ambil dan terjemahkan dari https://winaero.com/blog/how-to-disable-telemetry-and-data-collection-in-windows-10/

  1. Download tool nya di https://winaero.com/download.php?view.1839
  2. Ekstrak file arsip yang sudah di download, dan jalankan file add rules sebagai administrator (run as administrator)
  3. Jika UAS (user access control) muncul, jawab Yes
  4. Tunggu hingga selesai
  5. Dengan cara ini, data anonim yang dikirim ke Microsoft bisa diminimalkan

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat bagi kita semua

Perusahaan Butuh Lulusan yang Out-Of-The-Box

Untitled-1

Beberapa hari belakangan ini saya jalan-jalan ke beberapa perusahaan. Rencana mau perbaikan karier, tapi belum ada jawaban lagi dari yang perushaan-perusahaan itu. Entah makin ke sini makin nggak yakin mau terima tawaran perushaan yang mana andaikan semuanya diterima. Nyari yang cocok sama culture mereka, itu targetnya.

Jadi di salah satu perusahaan, ada satu yang paling unik. Pertama, pakai bahasa Inggris karena merupakan perusahaan Jepang mitra Google, bergerak di bidang agen periklanan dan manager mereka orang Jepang asli. Kedua, yang namanya mitra Google, benefit dan pressure nya nggak jauh dengan fasilitasnya karyawan Google. Saya iseng aja apply ke sana, dan betul saja seperti khas nya Google : penuh kejutan dan out-of-the-box.

Dari wawancara panjang saya dengan officer nya, saya baru menyadari beberapa yang harus saya perbaiki tentang bekerja dan menjalani hidup dan meningkatkan peluang peningkatan karier.

Jadilah orang yang selalu memberi solusi untuk masalah orang lain. Misalnya Google yang hadir untuk memberi hasil pencarian terbaik dengan algoritma canggih. Jangan jadikan solusi lama untuk menyelesaikan masalah baru yang serupa dengan masalah yang lama. Karena harus punya solusi yang jauh lebih “gila” daripada yang sudah ada saat ini. Harus bisa melihat lingkungan dan permasalahannya, merumuskan permasalahan, ambil hipotesa, lakukan percobaan sampel, jika berhasil di percobaan sampel langsung terapkan dan jadilah orang yang pertama dan terbaik dalam menemukan sebuah solusi.

Sayangnya, kalau saya nilai diri saya sendiri dari interview dengan mereka, nilai saya enggak menggembirakan. Agak terganggu masalah perut saya yang mulai kehabisan bahan untuk diolah, jadilah saya blank dan enggak berhasil mengesankan mereka. Jadi saya berjanji saya akan lebih out of the box dan lebih banyak mencari inspirasi.

Mungkin

Gagal kah aku

Yang selama ini ?

Burukkah aku, jika aku ?

Bodohkah… Aku hanya menata bata demi bata

Rumahku? Tanahku?

Aku, biarkan aku merebah

Aku hanya harus terbiasa

Sekarat bersama segenggam impian

Yang kadang saat lapar

Kutelan cepat-cepat

Tanpa pernah terwujud

Aku mungkin bodoh

Aku mungkin gagal

Mungkin

Ke ruang nakhoda KMP Port Link III

Udah berapa lama ini blog nggak ada posting baru ya? Maklum sekarang saya lagi galau nyari kerjaan sana-sini tapi belum juga dapat hehehe… Abis lulus ternyata nggak gampang cari kerjaan. Agak nyesel juga sebenernya melepas begitu aja pekerjaan di Integrated Laboratory. Padahal tujuan sebenernya biar bisa kerja di Lampung, ternyata susah banget nyari kerjaan di Lampung. Nggak ada lowongan untuk anak Sistem Informasi.

Oke lanjut ke topik awal. Perjalanan kali ini dari rumah mau ke Bogor dengan tujuan mau ngambil ijazah yang katanya sudah jadi. So, ya dari Lampung berangkat mengendarai bus DAMRI Royal Class seharga Rp270000. Perjalanan menyenangkan sih walaupun berangkat sendirian dan penumpang sebelah saya nggak enak buat diajak ngobrol, cuek abis. Sampe akhirnya saking bete nya saya ketiduran. Pas bangun udah sampe di Dermaga 3 Bakauheni.

Nungguin bus masuk ke dalam kapal yang dinaekin sama bapak Jokowi pas abis kunjungan ke Lampung, KMP Port Link III punyanya ASDP. Kapalnya punya ruangan untuk kendaraan yang besar plus ada kafe dan ruang karaoke juga (baru ini, loo yang ada ruang karaokenya). Awalnya agak membingungkan kapal ini, karena susunan ruangannya berbeda dari kebanyakan kapal-kapal lainnya. Dari pajangan-pajangan gambar di dinding kapal, ternyata kapal ini kapal dari negara Korea. Saya di kafenya menikmati santap malam dan minum secangkir kopi, dengan ditemani penumpang yang asyik sama gadgetnya dan nggak bisa diajak ngobrol.

Terus jalan ke luar kafe dan bertemu dengan ABK yang duduk di tangga. Nggak sengaja jadi ngobrol. Saya jadi tau keluh kesahnya ABK yang harus jauh dari keluarga yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak pulang ke rumah, apa yang mereka lakukan di kapal, tantangan di laut, sampai spesifikasi kapal yang sedang saya naiki. Tiba-tiba menawari saya naik ke bagian nakhoda kapal. Sayapun mengiyakan saja, kesempatan langka looo… Hehehe… Jarang-jarang penumpang biasa tapi ke kabin nakhoda hehehe… Seumur hidup baru kali ini saya naik ke bagian nakhoda.

Sampai di ruang nakhoda,  saya melihat beberapa peralatan navigasi seperti radar dan kompas, dan panel-panel indikator yang sepertinya sensor asap. Juru kemudi kapal ada dua, yaitu orang yang mengendalikan kecepatan kapal, dan yang mengatur arah kapal. Tapi saat saya naik ke kabin kapten kapal sedang beristirahat. Ada juga ruangan khusus untuk komunikasi antara nakhoda dan pihak dermaga. Ruangannya luas dan masing-masing kru bertugas sesuai arahan kapten. Hmmm… seru sekali rasanya.

Satu hal yang saya pelajari adalah : jangan menganggap remeh orang lain. Jangan cuek. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi jika kita mau membuka diri untuk orang lain. Mungkin saja dari perkenalan iseng, kita bisa dapat teman, jodoh, pekerjaan, pengalaman, atau sekedar cerita yang belum pernah kita dengar sebelumnya. Jangan sibuk sama gadget mulu… Hehehehe….

http://lampost.co/berita/tiba-di-merak-presiden-jokowi-naik-kmp-port-link-iii

http://bisnis.liputan6.com/read/612230/kapal-termewah-ri-dibikin-di-tempat-yang-sama-dengan-titanic