Open Source di Tahun 2014 : Iya atau Tidak ?

Dr Peni Suparto, M.AP

Dr Peni Suparto, M.AP

Sesuatu yang patut diapresiasi dari walikota Malang, bapak Drs.Peni Suparto, M.AP. Beliau telah melakukan terobosan yang bisa ditiru semua orang yakni menggalakan gerakan open source, yakni memanfaatkan dan menggunakan software yang berlisensi bebas digunakan secara gratis, artinya tidak perlu membayar biaya lisensi. Misalnya jika selama ini kita menggunakan Microsoft Windows yang harganya jutaan, kita bisa menggantinya dengan menggunakan Linux Ubuntu yang bebas digunakan sampai kapanpun tanpa harus membayar biaya. Penggunaan software open source setidaknya bisa mengurangi angka pembajakan perangkat lunak bajakan/cracked. Saya sendiri sebenarnya juga ingin berpindah ke perangkat lunak open source, tetapi masih banyaknya kekurangan-kekurangan dari perangkat lunak open source membuat saya meragukannya. Seperti masih banyak perangkat lunak open source yang sulit digunakan. Tetapi sisi tidak “mencuri milik seseorang” lah yang menjadi pertimbangan terbesar, meski program open source sedikit-banyak menjiplak program-program berbayar.

Sudah saatnya di momen tahun baru 2014 ini kita mencoba untuk melakukan hal baik dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita. Semoga saja seluruh program open source akan bisa sebaik Android yang mudah digunakan dan merajai dunia hingga saat ini. Dan semoga saja pesaing-pesaing baru seperti Sailfish (yang didirikan oleh para mantan pegawai Nokia yang kini Nokia sudah dibeli oleh Microsotf) dan Fireox OS, yang keduanya juga open source disambut hangat oleh dunia. Saya juga berharap Microsoft dengan sistem operasi Windows Phone nya; yang sudah dijiplak oleh Sailfish, Android KitKat, Bahkan IOS terbaru; lebih sukses dari yang menconteknya. Amin :-)

Iklan

Contoh Kasus Telematika : Penataan Ulang Kanal 3G

3G BTS

3G BTS

Penataan ulang kanal 3G dilakukan oleh lima operator pemegang lisesnsi 3G di Indonesia yaitu Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Axis, dan Tri. Blok 3G yang dimiliki lima operator seluler tersebut dipindahkan dan ditempatkan secara berdampingan agar memberi layanan internet 3G yang lebih optimal. Sebelumnya, posisi blok 3G milik Tri tidaklah berdampingan, yaitu di blok 1 dan 6. Telkomsel dan XL juga sama. Setelah digelar rapat khusus pada 28 Maret 2013 antara Kemenkominfo, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dan para pemimpin 5 operator seluler GSM, semua pihak sepakat menata ulang blok 3G secara menyeluruh. Hasilnya, blok 3G yang dimiliki masing-masing operator seluler diurut secara berdampingan (contiguous). Operator seluler Tri (HCPT) kini menempati blok 1 dan 2; Telkomsel di 3, 4, dan 5; Indosat menempati 6 dan 7; XL di blok 8, 9, dan 10; sementara Axis berada di 11 dan 12. Proses penataan ulang blok 3G di frekuensi 2.1 GHz akhirnya selesai dilakukan pada akhir Oktober 2013 lalu. Proses pemindahan kanal 3G berakibat pada penurunan kualitas jaringan yang berakibat lambatnya akses internet, dan penurunan kualitas layanan telepon dan SMS. Setelah dilakukan penataan ulang kanal 3G kualitas layanan internet, telepon, dan SMS meningkat.

Telematika : Tren Saat Ini dan Yang Akan Datang

Keterangan Pers Mengenai Perkembangan KTT APEC...

Tiffatul Sembiring (APEC 2013)

Pengertian Telematika

Seperti yang kita ketahui bersama, telematika merupakan gabungan dari Telekomunikasi, media, dan Informatika yang semula berkembang secara terpisah. Istilah telematika pertama kali dipopulerkan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe. Pemanfaatan dari telematika kebanyakan melibatkan teknologi navigasi (GPS).  Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Perkembangan telematika saat ini

Image representing Picmix as depicted in Crunc...

Picmix

Saya akan membahas perkembangan tren telematika di Indonesia. Jika kita melihat kembali ke tahun 2005 di mana saat itu pertama kalinya operator telekomunikasi Indonesia dan pengguna ponsel di Indonesia mulai melakukan perang tarif untuk semakin melebarkan sayap bisnis mereka untuk semakin memperbanyak jumlah pelanggan mereka. Jika dahulu perang tarif diberlakukan untuk tarif SMS dan telfon, maka tren saat ini adalah perang tarif internet. Tren perang tarif internet ini tidak lepas pengaruhnya dari kebutuhan para pengguna yang menginginkan pengiriman dan penerimaan data dan informasi. Selera konsumen khususnya di Indonesia mempengaruhi kebutuhan akan jaringan Internet sebagai media penyalur data dan informasi. Saat ini, sudah mulai akan dibangun jaringan 4G yang akan menggantikan teknologi 3G.

Selera para pengguna di Indonesia cenderung lebih senang bersosialisasi, sehingga media berbagi status, foto, momen, bahkan lokasi mereka saat ini. Orang di kota-kota besar Indonesia sudah akrab dengan Facebook, Twitter, Instagram, Path, bahkan Foursquare. Sebuah benda ajaib bernama “ponsel pintar” laris manis di Indonesia disebabkan “ponsel pintar” bisa mendukung selera mereka yang ingin bersosial meski jarak membatasi mereka. Tren ini juga dimanfaatkan para pembuat aplikasi di Indonesia yang mulai menyasar dan memasarkan berbagai produk aplikasi untuk ponsel pintar atau smart phone, salah satu aplikasi pengembang (developer) Indonesia yang cukup mendunia adalah PicMix, yang memiliki konsep untuk menggabungkan beberapa foto dengan bingkai dan dapat ditambah dengan beberapa efek dan hiasan. Konsumen di Indonesia juga mulai mengenal banyak fitur lain dari smartphone seperti push mail, layanan pesan cepat (instant messenger),VoIP, layaan peta dan lokasi digital (GPS), pengatur jadwal (task scheduler), dan pengingat ulang tahun (calendar).

Produsen ponsel di Indonesia juga ikut latah dikarenakan tuntutan para konsumen yang tidak bisa dipenuhi lagi dengan ponsel berfitur minim dan berspesifikasi rendah. Mereka mulai latah membuat smartphone murah berbasis Android setelah pangsa pasar mereka digerus oleh raksasa dari Korea (Samsung). Tren ukuran dari ponsel pun berganti. Dahulu orang ingin membawa sebuah ponsel yang masuk ke saku mereka, namun saat ini mereka lebih ingin sebuah ponsel yang berlayar besar dengan baterai berdaya tahan lama. Produsen berlomba menghadirkan jajaran produk-produk mereka sehingga lahirlah sebuah produk hybrid gabungan smartphone dan tablet (lebih dikenal dengan phablet).

Kantor pelayanan dan pemerintahan pun ikut memanfaatkan telematika. Kantor PLN kini membuka fitur yang memungkinkan pengguna baru yang ingin memasang listrik mendaftar online lewat internet. Lembaga-lembaga penddikan juga sudah membuka fitur pendaftaran online melalui internet.

Tren yang akan datang

The 599-999 cc Smart car is considered by some...

Smart Car

Jika saat ini perkembangan lebih menonjol pada smartphone, maka tren ke depan akan hadir smart car, yakni sebuah mobil yang akan menyediakan konektivitas smartphone yang dimiliki penguna dengan mobil yang sedang mereka kendarai. Smartcar juga dilengkapi GPS, sensor pencegah kecelakaan akibat kelalaian pengemudi, dan sarana multimedia di mobil yang saat ini mulai berbasis internet. Diagnosis kerusakan mobil juga sangat mudah, pengguna hanya menghubungkan mobil mereka dengan smartphone mereka dan dapat dikeahui keadaan mobil apakah perlu dibawa ke bengkel atau tidak.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Telekomunikasi_seluler_di_Indonesia

http://bagasirawanganteng.blogspot.com/2012/10/pengantar-telematika.html

4G Akan Tiba, Kok bisa?

Jaringan 4G

Siapa yang tidak tau sama yang namanya 4G. Setelah sekian lama Indonesia menikmati jaringan 3.75 G, 4G akan segera hadir. Pertanyaannya, kok bisa ? padahal frekuensi yang dipakai televisi analog kan sama sama frekuensi  4G ? Bukannya seluruh televisi harus dikonversi ke televisi digital dulu baru frekuensinya bisa dipakai untuk 4G ? Ini dia jawabannya :

Dikabarkan dari situs Kominfo, layanan seluler Long Term Evolution (LTE) atau 4G akan segera hadir di Indonesia mulai tahun depan di frekuensi 2,3 GHz, berbagi dengan teknologi 4G lainnya (WiMax). Sebelumnya, LTE direncanakan akan dialokasikan di frekuensi 700 MHz, yang saat ini masih dipakai televisi analog. Nah, kalau kita sering lihat iklan di televisi tentang televisi digital, inilah sebabnya. Pemerintah akan membebaskan frekuensi 700MHz agar bisa digunakan LTE. Tapi, kalau kita menunggu sampai seluruh televisi analog dikoversi ke digital, diperkirakan kita baru bisa menikmati jaringan 4G tahun 2018. Kelamaan kan? daripada kelamaan, Kementerian Kominfo mencari alternatif lain, yaitu menempatkannya di frekueni 2,3 GHz. Kecepatan download bisa mancapai 100 Mbps. Dan perangkat modem yang sudah siap mendukung 4G di antaranya SpeedUp dengan dukungan operator Telkomsel. Nantinya operator lainnya (XL, Indosat, Tri) juga akan mendukung jaringan ini (semoga saja hehehe :-D). Kita tunggu perkembangan selanjutnya dan kita doakan semoga cepat terealisasi.