Mungkinkah Menginstall Android di Smartphone Manapun?

Android untuk semua perangkat

Android untuk semua perangkat (Sumber : XDA)

Jam 8 pagi hari ini, saya sedang asyik mengoprek Evercoss A7S* yang baru saya beli beberapa hari yang lalu. Masih penasaran dan terus mencoba untuk mengubah tampilan Android ini supaya mirip dengan beberapa merk Smartphone Android terkenal. Setelah beberapa kali mencoba dan terus gagal, muncul di benak saya : “mungkinkah menginstall Android di smartphone manapun?”. Lalu saya pun langsung mencari informasi di mesin pencari dan menemukan jawabannya : “Bisa, tapi dengan syarat” (seperti di film-film ya hehehe… ). Syarat yang harus dipenuhi bukanlah persyaratan yang mudah. Pasalnya, ini tidak seperti kita akan menginstall Linux ataupun Windows di PC atau laptop yang hanya membutuhkan satu atau beberapa keping DVD ditambah dengan driver. Kenapa begitu? Bukannya Android itu Linux juga? Baiklah, di sini saya akan mencoba menjelaskannya  (sumber http://source.android.com).

  1. Android berjalan di atas Linux Environment, sehingganya kita memerlukan Linux atau Machintos untuk membangun Android. Untuk kompilasi Android, spesifikasi perangkat lunkan dan perangkat keras yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :  arsitektur komuter yang digunakan harus 64-bit dan memiliki minimal 30 GB, sekali pembuatan bisa membutuhkan lebih dari 100GB. Kode sumber (source code) android adalah sebesar 8,5 GB. Kita juga harus memasang Python 2.7, GNU Make 2.7, Java Developer Kit 7, dan Git 7.
  2. Memilih versi master Android (apakah Kitkat, Jellybean, ICS, dsb) yang akan dikompilasi. File master tersedia di repository. Setelah itu, kita harus mmbuat Kernel untuk Android. Kernel merupakan dasar dari Android yang akan menjembatani komunikasi antara hardware dan software.
  3. Kita harus menyediakan driver-driver agar Android dapat mengakses hardware seperti kamera, suara, touchscreen, dan sebagainya.  Driver ini juga akan berkomunikasi dengan HAL (Hardware Abstraction Layer)
  4. Intinya sangatlah sulit jika kita ingin menginstall Android pada setiap device. Karena sebuah perangkat yang diproduksi suatu perusahaan memiliki susunan perangkat keras yang berbeda dan membutuhkan driver yang sesuai dengan perangkat keras yang ada.
Iklan

Landasan Teori

Lukmanul Hakim

14110086

3KA14

BAB II

LANDASAN TEORI

 

Pada pembuatan software game Pungut Sampah yang penulis susun, penulis menggunakan JDK(Java Developer Kit), NetBeans, dan ADT (Android Developer Tools). Sistem operasi android sangat mudah dipelajari, dan Google pun menyediakan banyak library untuk mengimplementasikan aplikasi kaya dengan mudah. Sistem operasi Android dimulai sejak diumumkan Open Handset Alliance di sekitar tahun 2007. Sebenarnya ide untuk membuat sistem operasi open source untuk peranti embedded sudah sejak lama. Karena backing dari Google yang sangat agresif, maka Android bisa sangat terkenal hanya beberapa tahun saja. Google menyediakan banyak keudahan untuk pengembang software pihak ketiga, seperti plugin Android Developer Tool untuk Eclipse (dan juga tool standalone) termasuk di dakamnya kemampuan untuk logging secara realtime, emulator realistis yang menjalankan ARM native error dan pelaporan error.

Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai Android adalah sebagai berikut.

  1. Android adalah sistem operasi embedded yang sangat bergantung pada kernel Linux untuk layanan-layanan core-nya, tetapi Android bukanlah Linux embedded. Misalnya, Android tidak mendukung utilitas standar linux, seperti X-Windows dan GNU C libraries. Android tidak mendukung keduanya.
  2. Penulisan program pada Android menggunakan framework Java, namun bukan Java. Karena library standar Java seperti Swing tidak didukung.
  3. Android merupakan sistem operasi Open Source, yang berarti bahwa setiap developer bisa melihat seluruh kode program sistem, termasuk stack radio. Tapi ada beberapa software proprietary yang tidak mungkin bisa diakses oleh developer, seperti navigasi GPS.

Java merupakan bahasa pemrograman yang digunakan pada Android. Namun, pada Android sudah disediakan beberapa library khusus yang hanya bisa digunakan pada Android. Java memiliki keunggulan dapat berjalan di berbagai platform. Saat dikompilasi, Java tidak menghasilkan program dalam bentuk executable, namun dalam bentuk Bytecode. Saat bytecode ingin dieksekusi, bytecode diterjemahkan lagi oleh interpreter untuk memperoleh hasil keluaran dari program tersebut.

Bytecode dianggap sebagai sekumpulan perintah dalam bahasa mesin untuk sebuah JVM(Java Virtual Machine). Setiap interpreter Java, baik berupa development tool maupun web browser merupakan implementasi dari JVM. Program yang dibuat dengan Java tidak mungkin dapat dijalankan did ala, komputer maupun alat lain yang tidak memiliki JVM (Budi 2010).