Pengaruh Transaksi di Internet Terhadap Perkembangan Keputusan di Masa Depan

Belanja Online atau Online Shopping

Belanja Online (greenwhite.org)

Setiap perkembangan zaman selalu ada yang berubah. Yang sedang marak saat ini adalah belanja online. Dengan berbagai kemudahan yang bisa didapat dengan belanja online. Saya pertama kali mengetahui adanya belanja online justru bukan karena adanya Amazon, atau bahkan eBay. Saya mengetahui adanya jual beli online dari Kaskus (produk asli Indonesia, bro…  hehehe :-D ).  Maklum, waktu SMK dulu lagi booming yang namanya internet, dan forum yang sedang teman-teman saya gandrungi ya Kaskus. Kenapa Kaskus? Kaskus itu simpel dan merata untuk semua kalangan. Nggak perlu kartu kredit-kartu kreditan. Saling bertemunya penjual dan pembeli di tempat tertentu pun sudah bisa beli barang. Nggak ribet, pangsa pasar lebih luas, dan tambah kenalan relasi bisnis baru. Belum lagi diperkuat oleh banyaknya komunitas regional sesama pengguna Kaskus. Tapi semenjak bayaknya penipuan-penipuan, saat ini saya cenderung percaya kepada toko online yang lebih profesional.

Toko online seperti Lazada misalnya yang memberikan garansi terhadap ketidakpuasan pelanggan. Saya pernah hampir melakukan transaksi di Lazada, tapi dikarenakan terlambat melakukan transfer, order saya otomatis dibatalkan secara otomatis hehehe… Tapi nggak apa-apa kan? Toh sama-sama nggak rugi. Berbagai situs-situs sejenis pun bermunculan. Mulai dari Blibli, Elevenia, Zalora, dan lainnya. Kok malah cerita pengalaman pribadi begini ya? Oke deh. Sebenernya tugas dari pak Akbar itu mengenai apa pandangan saya terhadap maraknya situs jual beli online terhadap diri saya, apakah saya termotivasi menjadi salah satu orang yang menjadi pelaku bisnis retail online juga? Sejurunya saya jawab : Ya, saya sangat ingin dan saya termotivasi. Bahkan penulisan ilmiah saya pun bertema situs jual beli online, karena menurut saya media internet sangat efektif untuk meningkatkan pangsa pasar sampai level internasionanl. Enak lo ngerjain tugas ini sambil denger musik klasik. (klik di sini. Benera bagus lo)… Mantep deh. Oke, sekian dulu ya tulisannya. Selamat menikmati tuisan-tulisan menarik di blog saya. :-D

Kenangan : KRL Ekonomi (udah nggak ada)

KRL Ekonomi sudah dihapus

KRL Ekonomi sudah dihapus

<Translate to English

Ya, KRL Ekonomi akhirnya dihapuskan (sumber : dari TV). Memang untuk zaman modern saat ini sudah saatnya kerete itu dibesituakan.

Umurnya sudah sangat tua dan sering “mogok” di tengah rel sehingga kereta lain juga ikutan tersendat akibat KRL yang sering mogok. Banyak kenangannya kereta ini. Bagi saya, kereta ini sudah berjasa mengantarkan para mahasiswa yang kurang mampu untuk beli tiket KRL Ekonomi AC (yang saat itu masih berlaku, harganya Rp5500 dibanding Rp1000-Rp2000 untuk KRL Ekonomi Non-AC). Pengalaman saat itu benar-benar susah-sedihnya saya kuliah. Kondisi kereta yang sudah dari stasiun Bogor dan Cilebut penuh sesak dengan penumpang, saya nekat naik demi tidak terlambat kuliah. Kondisi di dalam gerbong pun sangat sesak. Boro-boro bisa pegangan, bergerak saja susah karena dari segala arah penumpang sudah mengepung saya sehingga tidak bisa berbuat apa-apa selain diam dan tetap memegang tas saya.KRL ekonomi rawan kejahatan, sudah dua kali saya kecopetan.

Bahasa Indonesia: Kereta kelas ekonomi, Stasiu...

Bahasa Indonesia: Kereta kelas ekonomi, Stasiun Gambir (Photo credit: Wikipedia)

Belum lagi pernah saya masuk saat dosen sudah meninggalkan ruangan (waktu itu ada kuis lagi) dikarenakan KRL yang saya tumpangi mogok di antara stasiun Citayam dan Bojong Gede. Saya harus loncat dari kereta (tingginya sekitar 75cm) dan cari alternatif lain agar bisa sampai ke kampus bagaimanapun caranya. Belum lagi cerita tentang teman perempuan saya yang sering ngajak bareng naik kereta.

Wah, sumpah nyesel bangett saya ngajak dia naik KRL Ekonomi. Belum lagi dengan tingkah saya yang mantan anak SMK (sangar, pemarah, nggak ramah sama cewek, kejam,dll). Herannya saya bener-bener ngerasa nggak berdosa ngajak itu cewek naek KRL ekonomi. Saya orang yang paling males beli tiket mahal saat itu, sedangkan dia bapaknya  kerja di PT.KA Commuter dan temen saya itu punya Gold Ticket yang bisa dipake untuk naek kereta sampe bosen. Pertanyaanya : kenapa dia ngajak saya berangkat-pulang bareng? padahal kan dia punya tiket para petinggi di PT.KA ????? Dia bisa naik ke kabin masinis, kenapa dia mau ke gerbong yang bejubel????. (nggak usah banyak nanya, lah. Kalo masalah cewek, hanya dia dan Alloh yang tau, Wallohu A’lam).

Risky Business, KRL Passangers

Risky Business, KRL Passangers (Photo credit: DMahendra)

Oke, balik lagi ngomongin masalah KRL ekonomi. Waktu saya naik KRL Ekonomi AC, dan ada isu kalau ekonomi bakalan dihapuskan, saya sempat berbincang dengan penumpang (bukan cewek)  dan orang itu nyeletuk  “ KRL ekonomi harus dihapuskan, tapi KRL Ekonomi AC harganya harus sama dengan KRL Ekonomi”. Di saat itu dalam hati saya berkata “Mana mungkin. KRL Ekonomi AC kan biaya perawatannya mahal”, tapi sekarang semua itu hampir jadi nyata. Dengan penerapan tarif progressive, tarif KRL semakin terjangkau (tentunya bagi saya juga selaku Mahaiswa).

Resume Presentasi 6

Kelompok 6

Judul presentasi : Uang, Bank Dan Percetakan Uang
Uang adalah alat tukar yang dapat di terima secara umum. Fungsi uang ada 2 yaitu :

  • Fungsi asli. Yakni fungsi uang sebagai alat tukar, alat satuan hitung, dan alat penyimpan nilai.
  • Fungsi Turunan. Fungsi turunan dari uang adalah sebagai alat pembayaran yang sah, alat pembayaran hutang, dan alat penimbun kekayaan.

Jenis Uang  yang dikenal ada dua, yakni uang kartal dan uang giral. Uang kartal adalah uang yang berbentuk uang logam atau kertas.  Uang kartal dikeluarkan oleh bank sentarl (di indonesia adalah Bank Indonesia). Uang giral adalah uang yang berbentuk cek/giro. Uang giral dikeluarkan oleh bank-bank selain bank sentral.

Demo dan Kenaikan Harga BBM

Melihat kejadian yang masih hangat-hangatnya tentang aksi mahasiswa. Mungkin tujuan awal mereka baik, membela rakyat Indonesia agar tidak semakin menderita karena harga BBM naik. Namun, hanya berakhir ricuh dan sampai ada korban meninggal dan luka-luka. Aparat polisi, pihak demonstran, dan banyak lagi pihak-pihak yang dirugikan atas kejadian ini

Alasan pemerintah serta sanggahan dari saya :

  • Harga minyak dunia naik
    Presiden SBY mengatakan bahwa asumsi harga minyak di APBN 2012 harus disesuaikan. Pemerintah tidak mungkin lagi menetapkan asumsi  ICP (harga minyak menta Indonesia) 90 Dolar Amerika per barel, sebab harga ICP saat ini sudah melampaui 115 Dolar Amerika per barel.

    Akibat sanksi terhadap Iran dari negara-negara besar (Amerika, Inggris, Prancis) yang mengharuskan ekspor minyak Iran harus dipotong mengakibatkan stok minyak mentah dunia berkurang.

  • Subsidi BBM salah sasaran
    Pemerintah memandang bahwa BBM bersubsidi malah dipakai oleh golongan orang kaya/mampu.

    Bagi saya, solusinya adalah : naikkan upah buruh, hapus kebijakan sistem kontrak kerja, tingkatkan pelayanan kepada mereka. Kalau upah buruh tidak naik tetapi harga BBM naik, pasti rakyat akan menjerit karena belitan kesulitan ekonomi yang semakin terasa bagi mereka.

  • Saran dari Bank Dunia
    Bank Dunia menyarankan agar Indonesia menggunakan dana yang selama ini digunakan untuk subidi BBM untuk membangun infrastruktur seperti pembangunan pembangkit listrik. Karena pembangkit listrik di Indonesia masih jauh tertinggal dibading negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

    Kenapa ya, Bank Dunia ikut campur ? Ini kan negara kita sendiri. Nah lo?

Dari pihak mahasiswa/demonstran pasti akan berdalih bahwa kenaikan harga BBM akan menambah derita rakyat Indonesia. Bukankah notabene penduduk Indonesia itu rakyat yang menengah ke bawah? Lalu mau ditambah kesulitan mereka dengan naiknya harga BBM ?.

Kesimpulan saya : Kalau mau demonstrasi, lakukanlah dengan aman dan tertib, jangan membuat rakyat semakin merana dengan rusaknya fasilitas umum. Jangan marah sama sopir truk tanki Pertamina. Mereka cuma operator dan sama seperti rakyat Indonesia pada umumnya. Kalau pasokan BBM tersendat, bagaimana nasib tukang ojek yang mau beli BBM tapi truk Pertamina kalian culik?

Saya mendukung penolakan naiknya harga BBM, saya yakin tidak ada yang mau harga BBM naik. Turunkan SBY? Yakinkah Anda sekalian kalau pemerintahan setelah SBY diganti akan lebih baik? Jangan-jangan kebencian kalian terhadap pemerintahan sekarang ini hanya dimanfaatkan golongan tertentu untuk menggulingkan SBY. Banyak partai “cari muka” di depan rakyat gara-gara situasi ini. Maaf, saya tidak tertipu dengan gelagat partai-partai itu.