Mungkin

Gagal kah aku

Yang selama ini ?

Burukkah aku, jika aku ?

Bodohkah… Aku hanya menata bata demi bata

Rumahku? Tanahku?

Aku, biarkan aku merebah

Aku hanya harus terbiasa

Sekarat bersama segenggam impian

Yang kadang saat lapar

Kutelan cepat-cepat

Tanpa pernah terwujud

Aku mungkin bodoh

Aku mungkin gagal

Mungkin

Mediatek Engineer Mode Tweak

Hai, jumpa lagi dengan saya. Kali ini saya akan berbagi tips (udah lama banget tips ini) tapi hal remeh yang akan saya share kali ini cukup berguna bagi saya. Saya sudah bergonta-ganti device Android dan selama memakai device dengan SoC Mediatek saya menemukan bahwa masalah pada Mediatek umumnya ada 2 :

1. GPS Lock yang lama (kadang 15 menit aja belom muncul lokasinya)
2. Kapasitas baterai yang hilang begitu saja (diakibatkan sinyal agak gimanaaa gitu, naek turun udah kayak nilai tukar Rupiah :-D)

Berikut saya bagikan tips optimasi baterai (karena sinyal) dan GPS lock yang lama banget. Trik ini sudah berhasil di Infinix Hot 2 dan K-Touch H1 dengan ROM pabrikan dan dalam keadaan non-rooted.

Persiapan Awal, Pastikan kita bisa akses MTK Engineering Mode, bisa pakai Mobile Uncle atau Anycut. Kalau untuk infinix Hot 2, karena tidak ada MTK Engineering Mode di sistemnya, download di Playstore MTK Engineering Mode di Playstore.

Mematikan Fast Domarcy

Fast Dormancy

Fast Dormancy

Fast dormancy adalah fitur cek sesi negosiasi koneksi handphone ke BTS. Dalam posisi aktif, handphone akan cek status dirinya di BTS setiap 7 detik. Kalu dalam posisi off, handphone akan mengecek tiap 30detik. Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
1. Buka MTK Engineering Mode lalu pilih MTK Settings
2. Pada tab Telephony, cari Fast Dormancy.
3. Buka Fast Dormancy, lalu klik Config FD.
4. Pilih Turn Off r8 FD & Legacy FD, lalu klik OK.
5. Restart handphone.

Mengoptinalkan GPS

YGPS

YGPS

Supaya GPS pada Mediatek cepat lock nya, ada sedikit trik yang bisa dicoba. Langkahnya sebagai berikut:
1. Buka MTK Engineering Mode lalu pilih MTK Settings
2. Pada tab Location, cari YGPS.
3. Pada tab Information, klik sesuai urutan >> “hot”, “full”, lalu “AGPS restart”.
Demikian, Sekian, Terima Kasih :D

Curhatku : Akhirnya lulus S1

IMG_20140926_171457Segala cerita baik menyenangkan maupun tidak mengenakkan sudah dilalui. Banyak sekali kisah-kisah terjadi saat itu. Cerita yang 4 tahun terjadi kini sudah berakhir. Terima kasih untuk semua orang yang aku temui di dunia ini. Kalian baik langsung maupun tidak langsung telah memberi warna di kehidupanku. Aku yang dulu begitu egois dan pemaksa, kini aku sudah berubah jadi orang yang lebih banyak mendengar dan memahami. Ya semoga tidak hanya predikat sarjana yang akan aku dapatkan, tapi juga predikat kedewasaan. Ya, meski ada beberapa hal yang masih belum berubah. Semoga aku bisa kuliah lagi. Kenapa ketagihan kuliah? Kalian yang nggak merasakan kuliah tidak akan mengerti indahnya dunia perkuliahan. Mulai dari persahabatan, pertemanan, permusuhan, pengkhianatan, rasa iri, simpati, cinta yang tak sampai, dan sebagainya. Begitulah perkuliahan yang aku lalui, memberi banyak pengalaman baru yang seru sekali. Aku bersyukur, misalnya aku tidak berkuliah mungkin aku tidak akan mengalami cerita-cerita luar biasa ini.

Banyak ilmu dan pengalaman yang menjadi bahan pelajaran. Tidak terasa semuanya berlalu, bahkan aku belum tahu jawaban dari gadis impianku itu. Seberapapun aku berusaha untuk mencuri perhatiannya, dia tidak pernah mengacuhkanku. Mungkin aku kurang tampan dan tidak menarik. Lalu pernah aku ungkapkan rasa di hati aku, jawabannya : terima kasih. Entah aku yang terlalu sensitif, atau dia yang tidak punya perasaan, yang jelas aku sakit hati atas pernyataannya. Apa boleh buat, meski hancur rasanya tapi setidaknya aku tahu jawabannya. Lanjut lagi, ketika penulisan ilmiah di smester 5, judul aku mengenai “Pengembangan Studentsite” ditolak. Padahal webnya sudah jadi dan tinggal penulisannya saja yang belum selesai. Ketika aku di smester 8, alangkah terkejutnya aku, ternyata Studentsite nya sudah dikembangkan oleh orang lain. Betapa terkejut dan hancur lagi hati aku. Belum lagi orang tua yang tidak mengizinkan aku kerja di Jakarta dengan berbagai alasan. Alhasil, 4 lamaran aku aborsi. Hancur lagi hati aku. Semoga hancur dan bangkitnya diri ini membawa dampak baik di masa mendatang. Desember nanti, aku akan diwiswuda. Hari yang sangat aku nantikan. Terima kasih semua.

Mungkinkah Menginstall Android di Smartphone Manapun?

Android untuk semua perangkat

Android untuk semua perangkat (Sumber : XDA)

Jam 8 pagi hari ini, saya sedang asyik mengoprek Evercoss A7S* yang baru saya beli beberapa hari yang lalu. Masih penasaran dan terus mencoba untuk mengubah tampilan Android ini supaya mirip dengan beberapa merk Smartphone Android terkenal. Setelah beberapa kali mencoba dan terus gagal, muncul di benak saya : “mungkinkah menginstall Android di smartphone manapun?”. Lalu saya pun langsung mencari informasi di mesin pencari dan menemukan jawabannya : “Bisa, tapi dengan syarat” (seperti di film-film ya hehehe… ). Syarat yang harus dipenuhi bukanlah persyaratan yang mudah. Pasalnya, ini tidak seperti kita akan menginstall Linux ataupun Windows di PC atau laptop yang hanya membutuhkan satu atau beberapa keping DVD ditambah dengan driver. Kenapa begitu? Bukannya Android itu Linux juga? Baiklah, di sini saya akan mencoba menjelaskannya  (sumber http://source.android.com).

  1. Android berjalan di atas Linux Environment, sehingganya kita memerlukan Linux atau Machintos untuk membangun Android. Untuk kompilasi Android, spesifikasi perangkat lunkan dan perangkat keras yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :  arsitektur komuter yang digunakan harus 64-bit dan memiliki minimal 30 GB, sekali pembuatan bisa membutuhkan lebih dari 100GB. Kode sumber (source code) android adalah sebesar 8,5 GB. Kita juga harus memasang Python 2.7, GNU Make 2.7, Java Developer Kit 7, dan Git 7.
  2. Memilih versi master Android (apakah Kitkat, Jellybean, ICS, dsb) yang akan dikompilasi. File master tersedia di repository. Setelah itu, kita harus mmbuat Kernel untuk Android. Kernel merupakan dasar dari Android yang akan menjembatani komunikasi antara hardware dan software.
  3. Kita harus menyediakan driver-driver agar Android dapat mengakses hardware seperti kamera, suara, touchscreen, dan sebagainya.  Driver ini juga akan berkomunikasi dengan HAL (Hardware Abstraction Layer)
  4. Intinya sangatlah sulit jika kita ingin menginstall Android pada setiap device. Karena sebuah perangkat yang diproduksi suatu perusahaan memiliki susunan perangkat keras yang berbeda dan membutuhkan driver yang sesuai dengan perangkat keras yang ada.