Jenis Pekerjaan Apa Untuk Lulusan Sistem Informasi

Posting Singkat ini ada ceritanya. Begini, hari Jumat beberapa pekan lalu dosen mata kuliah Etika & Profesionalisme mengajukan pertanyaan yang cukup membuat mahasiswanya berfikir keras. “Sekarang kan udah mau lulus, kalian mau lulus secepat mungkin, kan? Nah kalo kaliah udah lulus kalian mau jadi apa? Apa jurus Kamehameha lu pada?” begitulah kira-kira kalimat yang dilontarkan ke arah kami sekelas. Dia mencoba memberi arahan kepada kami untuk mencari di beberapa situs lowongan kerja di internet :

1. Apa jenis pekerjaan/profesi yang sedang banyak dibutuhkan oleh perusahaan yang sesuai dengan jurusan Sistem Informasi?
2. Apa yang perusahaan inginkan dari seorang fresh graduate?
3. Berapa besar gaji yang bisa didapat dari jenis pekerjaan tersebut?
4. “Jurus kamehameha” (hardskill) apa yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut?

Baca Juga : Perusahaan Butuh Lulusan yang Out-Of-The-Box

Oke, kita jawab satu-persatu :

1. Setelah saya survey di beberapa situs lowongan kerja (JobsDb dan Jobstreet Indonesia), peluang kerja untuk lulusan Sistem Informasi antara lain Programmer, Junior Manager Assistant , System Analyst Assistant, Application development, Monitoring System, Search Engine Optimizer, Network Administrator, dan beberapa pekerjaan yang masih berkaitan dengan teknologi informasi lainnya. Perusahaan yang membutuhkan adalah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari perbankan, keuangan, asuransi, otomotif, industri software, dan lainnya.  Sistem kerja ada yang tetap, per jam, kontrak, paruh waktu, dan sebagainya.

2. Seorang fresh graduate yang diinginkan perusahaan adalah seorang yang rajin, jujur, mau mempelajari berbagai hal baru, mampu berkomunikasi yang baik, menguasai bahasa asing (aktif, pasif, baik tulisan maupun lisan), mampu bergaul dan cepat beradaptasi, serta syarat-syarat seperti kemampuan pemrograman, analisa, dan standar IPK minimal 2,75 dan 3,00.

3. Nah, bicara soal gaji maksimal Rp. 7.000.000,- (tapi lupa untuk pekerjaan apa dan di perusahaan apa). Kebanyakan perusahaan masih membuka negosiasi soal berapa jumlah uang yang akan diberikan kepada karyawannya.

4. Kebanyakan perusahaan membutuhkan pegawai yang mengerti cara mengoperasikan komputer (terutama sistem operasi Windows), Pemrograman baik database, prosedural maupun berbasis objek (C#, Java, PHP, MySQL, ASP.NET, VB.NET),  mengetahui tentang jaringan komputer dan konfigurasi dasar jaringan, megerti tentang resource planning dan ilmu tentang manajemen perusahaan.

Demikian, semoga bermanfaat dan kalo ada yang kurang atau dikoreksi, silakan beri komentar Anda. Terima kasih :-)

Organisasi, Manajemen dan Manajer

Pada posting saya sebelumnya, telah saya bahwa organisai adalah wadah bagi sekumpulan orang yang melakukan sebuah kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Dari pemaparan teori Stoner juga dapat kita pahami bahwasanya organisasi butuh pengatur pola interaksi, agar tujuan perusahaan atau organisasi dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Orang yang melakukan kegiatan tersebut disebut sebagai manajer.

Kegiatan manajer dalam mengatur pola interaksi antarindividu dalam organisasi atau dalam perusahaan disebut dengan manajemen. Dalam perusahaan, manajer dibagi menjadi beberapa tingkatan manajer, yaitu :

– Manajer puncak
– Manajer menengah
– Manajer lini pertama
– Manajer non-supervisi

Setiap tingkatan manajer memiliki peranan yang berbeda. Manajer yang berada di tingkat atas bertuga untuk menentukan tujuan, perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia, dan pengawasan. Sedangkan manajer yang berada di tingkat bawah memiliki tugas untuk memberi pengarahan dan motivasi kepada pegawainya.

Seorang manajer harus bisa mengatasi konflik internal dalam perusahaan agar tidak membahayakan perusahaan yang berakibat pada penurunan aktivitas perusahaan.

Penghargaan dan Hukuman

Pemghargaan dapat diartikan sebagai bentuk pemberian seseorang kepada orang lain karena prestasi yang telah diraih oleh orang lain. Dalam organisasi atau perusahaan, penghargaan bertujuan untuk :

– Menarik orang yang memiliki kualifikasi untuk bergabung dengan organisasi
– Mempertahankan karyawan agar terus datang untuk berkerja
– Memotivasi pekerja untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi

Penghargaan dibagi menjadi dua bentuk, yakni penghargaan intrinsik dan penghargaan ekstrinsik.

1. Penghargaan Ekstrinsik
Penghargaan ekstinsik adalah penghargaan yang datang dari luar orang tersebut. Contoh penghargaan ekstrinsik adalah :
– Kenaikan gaji/upah
– Kenaikan tunjangan
– Promosi

2. Penghargaam Intrinsik
Penghargaan intrinsik adalah penghargaan yang datang dari diri seseorang itu sendiri. Contoh penghargaan intrinsik adalah :
– Kepuasan menyelesaikan pekerjaan
– Kepuasan pencapaian kerja
– Pengembangan pribadi

Penghargaan dan hukuman merupakan dua kata yang berlawanan maknanya. Sehingga dengan definisi penghargaan di atas, kita dapat mendefinisikan hukuman sebagai sesuatu yang diberikan seseorang karena tidak berhasilnya orang lain meraih prestasi. Tujuan dari adanya hukuman adalah :

– Menjadikan anggota organisasi tidak melakukan kesalahan
– Sebagai pemacu semangat karyawan untuk tetap bekerja sesuai prosedur
– Sebagai bentuk keadilan, segala sesuatu yang baik akan mendapat imbalan, begitu pula sebaliknya. Sesuatu yang buruk akan mendapat hukuman

Contoh-contoh hukuman dalam perusahaan
– Penurunan gaji/upah
– Pengurangan tunjangan
– Mutasi atau dikeluarkan dari perusahaan
Sumber : http://irwincahgunadarrma.blogspot.com/2011/11/penghargaanhukuman-dan-implikasi-nya.html

Pentingnya Berorganisasi di Dunia Kerja

Manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial, yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.  Dari seseorang lahir, tumbuh besar, melalui masa anak-anak, masa remaja, dewasa, tua, lalu mati. Kesemua fase yang disebutkan di atas pasti melibatkan seorang individu dengan orang lain. Tidaklah mungkin seorang bayi yang baru lahir bisa memberi makan dirinya sendiri. Manusia senantiasa berinteraksi dengan manusia yang lain.

Begitu pula dalam perusahaan. Perusahaan tidak akan meraih tujuan yang diharapkan bila tidak adanya interaksi antarindividu di dalam perusahaan. Namun, perlu adanya pengaturan pola agar interaksi antarindividu yang terjadi di dalam perusahaan menjadikan tercapainya tujuan dari perusahaan tersebut. Pola interaksi antarindividu di dalam suatu perusahaan yang diatur oleh seorang manajer, Menurut Stoner, adalah organisasi di dalam perusahaan.

Di dalam perusahaan, biasanya terdapat pemimpin yang bertanggung jawab atas pekerjaan bawahannya. Biasanya disebut manajer. Kata manajer berasal dari kata manajemen. Sedangkan manajemen (dari bahasa Prancis Kuno : ménagement) berarti seni melaksanakan dan mengatur. Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Seberapa pentingkah berorganisasi di dunia kerja? Bayangkan Anda seorang pemilik perusahaan pembuatan sepatu. Apakah Anda yang akan mencari bahan baku, mengolahnya menjadi sepatu, lalu Anda pasarkan sendiri, lalu Anda yang mencari sumber dana, mencatat jurnal-jurnal? Saya rasa akan sangat sulit perusahaan Anda akan berkembang. Anda butuh karyawan yang membantu Anda menjalankan usaha pada perusahaan Anda. Begitulah gambaran pentingnya beorganisasi dalam dunia kerja. Pada pemaparan di atas, kita ketahui adanya keterkaitan antara organisasi dan manajemen.

Setiap orang yang bekerja pasti mengidam-idamkan kesuksesan. Di dunia kerja, kita harus mengerti peranan kita dalam organisasi perusahaan. Harus mengerti tugas, hak, dan tanggung jawab yang ada pada posisi yang kita tempati. Masing-masing jabatan dalam organisasi memiliki tugas, hak, dan tanggung jawab yang berbeda. Setelah kita mengerti tentang tugas, hak, dan tanggung  jawab kita, kita akan lebih mudah meraih kesuksesan di dunia kerja.

Sumber-sumber:

– http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

– http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen