Perusahaan Butuh Lulusan yang Out-Of-The-Box

Untitled-1

Beberapa hari belakangan ini saya jalan-jalan ke beberapa perusahaan. Rencana mau perbaikan karier, tapi belum ada jawaban lagi dari yang perushaan-perusahaan itu. Entah makin ke sini makin nggak yakin mau terima tawaran perushaan yang mana andaikan semuanya diterima. Nyari yang cocok sama culture mereka, itu targetnya.

Jadi di salah satu perusahaan, ada satu yang paling unik. Pertama, pakai bahasa Inggris karena merupakan perusahaan Jepang mitra Google, bergerak di bidang agen periklanan dan manager mereka orang Jepang asli. Kedua, yang namanya mitra Google, benefit dan pressure nya nggak jauh dengan fasilitasnya karyawan Google. Saya iseng aja apply ke sana, dan betul saja seperti khas nya Google : penuh kejutan dan out-of-the-box.

Dari wawancara panjang saya dengan officer nya, saya baru menyadari beberapa yang harus saya perbaiki tentang bekerja dan menjalani hidup dan meningkatkan peluang peningkatan karier.

Jadilah orang yang selalu memberi solusi untuk masalah orang lain. Misalnya Google yang hadir untuk memberi hasil pencarian terbaik dengan algoritma canggih. Jangan jadikan solusi lama untuk menyelesaikan masalah baru yang serupa dengan masalah yang lama. Karena harus punya solusi yang jauh lebih “gila” daripada yang sudah ada saat ini. Harus bisa melihat lingkungan dan permasalahannya, merumuskan permasalahan, ambil hipotesa, lakukan percobaan sampel, jika berhasil di percobaan sampel langsung terapkan dan jadilah orang yang pertama dan terbaik dalam menemukan sebuah solusi.

Sayangnya, kalau saya nilai diri saya sendiri dari interview dengan mereka, nilai saya enggak menggembirakan. Agak terganggu masalah perut saya yang mulai kehabisan bahan untuk diolah, jadilah saya blank dan enggak berhasil mengesankan mereka. Jadi saya berjanji saya akan lebih out of the box dan lebih banyak mencari inspirasi.

Iklan

Mungkin

Gagal kah aku

Yang selama ini ?

Burukkah aku, jika aku ?

Bodohkah… Aku hanya menata bata demi bata

Rumahku? Tanahku?

Aku, biarkan aku merebah

Aku hanya harus terbiasa

Sekarat bersama segenggam impian

Yang kadang saat lapar

Kutelan cepat-cepat

Tanpa pernah terwujud

Aku mungkin bodoh

Aku mungkin gagal

Mungkin

Mendewasa

Satu kata yang dituju
Dewasa
Apa? Itukah?

Kuamati kalian
Masuk perlahan namun terlihat
Tak seperti aku yang hanya sibuk memperhatikan
Kalian terus berbuat
Di jalan yang benar, dan menempuh
Sedangkan aku hanya melihat

Kenapa aku terikat?
Payahkah?
Ragaku muda, hati layu
Tak sekuat dulu

Pandanganku tertuju
Mataku memanas
Namun ragaku
Membeku

Baik,
Ya,
Aku akan bangun lagi
Setidaknya panas ini
Walau tak sekuat kilatan
Aku berjuang

Aku bisa
Tapi, tolonglah aku
Lepaskan belenggumu

Komik Lucu: Kepribadian Anda Menurut Golongan Darah

Bener atau nggaknya, gak tau juga…. hehehe…

POPsy! - Jurnal Psikologi Populer

Menurut saya (juga konsensus umum para ilmuwan psikologi), kepribadian seseorang tidak dapat ditentukan oleh golongan darah (oh, dan teori itu pertama kali dipopulerkan oleh Nazi). Itu sama konyolnya seperti mengatakan bahwa perilaku mengemudi seseorang ditentukan oleh jenis oli yang ia gunakan dalam kendaraannya: sangat tidak berdasar dan menafikan banyak hal-hal lain yang jauh lebih menentukan, seperti genetik, pola asuh orangtua, lingkungan sosial dan pendidikan.

Tetap saja, saya tidak bisa menahan godaan untuk tidak meneruskan komik strip ini yang saya dapat dari sebuah e-mail berantai (dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh entah siapa). Sangat jenaka, dan entah kenapa gambaran komik ini mengenai golongan darah A sangat mirip dengan saya. Apakah teori kepribadian-menurut-golongan-darah ini mengandung setitik kebenaran, atau ia hanya memanfaatkan karakteristik-karakteristik samar seperti layaknya astrologi? Apakah golongan darah dan kepribadian anda digambarkan secara akurat oleh komik ini?

Lihat pos aslinya