Telematika : Tren Saat Ini dan Yang Akan Datang

Keterangan Pers Mengenai Perkembangan KTT APEC...

Tiffatul Sembiring (APEC 2013)

Pengertian Telematika

Seperti yang kita ketahui bersama, telematika merupakan gabungan dari Telekomunikasi, media, dan Informatika yang semula berkembang secara terpisah. Istilah telematika pertama kali dipopulerkan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe. Pemanfaatan dari telematika kebanyakan melibatkan teknologi navigasi (GPS).  Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Perkembangan telematika saat ini

Image representing Picmix as depicted in Crunc...

Picmix

Saya akan membahas perkembangan tren telematika di Indonesia. Jika kita melihat kembali ke tahun 2005 di mana saat itu pertama kalinya operator telekomunikasi Indonesia dan pengguna ponsel di Indonesia mulai melakukan perang tarif untuk semakin melebarkan sayap bisnis mereka untuk semakin memperbanyak jumlah pelanggan mereka. Jika dahulu perang tarif diberlakukan untuk tarif SMS dan telfon, maka tren saat ini adalah perang tarif internet. Tren perang tarif internet ini tidak lepas pengaruhnya dari kebutuhan para pengguna yang menginginkan pengiriman dan penerimaan data dan informasi. Selera konsumen khususnya di Indonesia mempengaruhi kebutuhan akan jaringan Internet sebagai media penyalur data dan informasi. Saat ini, sudah mulai akan dibangun jaringan 4G yang akan menggantikan teknologi 3G.

Selera para pengguna di Indonesia cenderung lebih senang bersosialisasi, sehingga media berbagi status, foto, momen, bahkan lokasi mereka saat ini. Orang di kota-kota besar Indonesia sudah akrab dengan Facebook, Twitter, Instagram, Path, bahkan Foursquare. Sebuah benda ajaib bernama “ponsel pintar” laris manis di Indonesia disebabkan “ponsel pintar” bisa mendukung selera mereka yang ingin bersosial meski jarak membatasi mereka. Tren ini juga dimanfaatkan para pembuat aplikasi di Indonesia yang mulai menyasar dan memasarkan berbagai produk aplikasi untuk ponsel pintar atau smart phone, salah satu aplikasi pengembang (developer) Indonesia yang cukup mendunia adalah PicMix, yang memiliki konsep untuk menggabungkan beberapa foto dengan bingkai dan dapat ditambah dengan beberapa efek dan hiasan. Konsumen di Indonesia juga mulai mengenal banyak fitur lain dari smartphone seperti push mail, layanan pesan cepat (instant messenger),VoIP, layaan peta dan lokasi digital (GPS), pengatur jadwal (task scheduler), dan pengingat ulang tahun (calendar).

Produsen ponsel di Indonesia juga ikut latah dikarenakan tuntutan para konsumen yang tidak bisa dipenuhi lagi dengan ponsel berfitur minim dan berspesifikasi rendah. Mereka mulai latah membuat smartphone murah berbasis Android setelah pangsa pasar mereka digerus oleh raksasa dari Korea (Samsung). Tren ukuran dari ponsel pun berganti. Dahulu orang ingin membawa sebuah ponsel yang masuk ke saku mereka, namun saat ini mereka lebih ingin sebuah ponsel yang berlayar besar dengan baterai berdaya tahan lama. Produsen berlomba menghadirkan jajaran produk-produk mereka sehingga lahirlah sebuah produk hybrid gabungan smartphone dan tablet (lebih dikenal dengan phablet).

Kantor pelayanan dan pemerintahan pun ikut memanfaatkan telematika. Kantor PLN kini membuka fitur yang memungkinkan pengguna baru yang ingin memasang listrik mendaftar online lewat internet. Lembaga-lembaga penddikan juga sudah membuka fitur pendaftaran online melalui internet.

Tren yang akan datang

The 599-999 cc Smart car is considered by some...

Smart Car

Jika saat ini perkembangan lebih menonjol pada smartphone, maka tren ke depan akan hadir smart car, yakni sebuah mobil yang akan menyediakan konektivitas smartphone yang dimiliki penguna dengan mobil yang sedang mereka kendarai. Smartcar juga dilengkapi GPS, sensor pencegah kecelakaan akibat kelalaian pengemudi, dan sarana multimedia di mobil yang saat ini mulai berbasis internet. Diagnosis kerusakan mobil juga sangat mudah, pengguna hanya menghubungkan mobil mereka dengan smartphone mereka dan dapat dikeahui keadaan mobil apakah perlu dibawa ke bengkel atau tidak.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Telekomunikasi_seluler_di_Indonesia

http://bagasirawanganteng.blogspot.com/2012/10/pengantar-telematika.html

Komentar : e-Tiket Commuter Line

Suatu hari di stasiun Pondok Cina, saya biasa pulang dari kampus sekitar jam 16.00 WIB. Seperti biasa, saya naik commuter line tujuan Stasiun Bogor. Pergi ke loket dan membayar dengan harga (yang saya harap bisa lebih murah lagi) Rp9.000 (sungguh sangat tidak ekonomis bagi saya yang saat ini belum bekerja dan sebagai mahasiswa). Hal yang biasa setiap hari.

Hal yang menarik pun terjadi. Saya melihat beberapa orang menggunakan kartu untuk keluar melewati pintu stasiun. Saya pikir, sistem kartu Commet kembali diterapkan. Namun, saya salah. Sebenarnya, PT. KJC sudah mengeluarkan sistem tiket elektronik yang baru. Penumpang sekarang tidak lagi memiliki kartu sebagai pengganti tiket. Mereka hanya “dipinjami” kartu itu. Jadi, keterangan tentang kartu singke-trip (sekali jalan) selengkapnya :

1. Penumpang menuju ke loket untuk membeli tiket elektronik, menyebutkan tujuan dan kelas kereta (ekonomi atau commuter line).

2. Kartu akan keluar dari dispenser, lalu penumpang mengambil tiket tersebut.

3. Saat ingin masuk ke peron, penumpang diminta untuk menempelkan kartu ke pembaca kartu.

4. Akan keluar bunyi “bip” sekali yang menandakan verifikasi data sudah benar.

5. Penumpang menggerakkan gerbang putar, dan penumpang masuk.

6. Saat turun di stasiun tujuan, penumpang diminta untuk memasukkan kartu ke slot yang tersedia pada gerbang pembaca, dan kartu akan disedot masuk ke dalam.

7. Penumpang mendorong keluar gerbang.

Data transaksi/bukti pembayaran akan dicetak pada saat penumpang membeli tiket. Jadi, transaksi lebih jelas terpantau.

Mengingat belum sepenuhnya sistem ini diterapkan (Setahu saya, hanya untuk rute Jakarta-Depok), saya belum bisa banyak berkomentar. Namun, selaku pengguna biasa, saya ingin sedikit berkomentar tentang sistem ini. Bagi pengguna yang sudah pasti akan menggunakan kartu secara rutin, sistem ini mungkin akan merepotkan pengguna. Mereka yang ingin menghindari antrean harus tetap mengantre untuk melakukan transaksi. Saya khawatir sistem ini akan dimanfaatkan untuk mereka yang ingin “mencuri” kartu. Sebenarnya, kebocoran yang terjadi pada sistem Commet; menurut saya; hanya pada pengawasan petugasnya saja. Saya sudah ingi memakai kartu Commet, namun sistem ini sudah diberhentika….

Cara menonaktifkan Windows Update

Artikel ini sengaja saya buat untuk para pengguna yang sering merasa kehilangan kuota, atau berbagai ketidaknyamanan saat berinternet dengan quota bassed. Keuntungannya, Anda tidak perlu khawatir kuota Anda habis tiba-tiba, karena Windows Update bekerja pada background (di balik layar tanpa sepengetahuan kita). Kelemahannya, Anda akan ketinggalan update penting yang sebenarnya bisa didownload secara manual. Sebelum Anda melakukan langkah-langkah di bawajh ini, pastikan Anda berada pada user Administrator. Berikut langkah-langkahnya :

Pada Windows 7 / Windows 8

1. Pada keyboard, tekan tumbol windows dan tahan. Lalu, tekan tombol R tanpa melepas tombol windows tadi.

2. Jika ada kotak dialog RUN, Ketik SERVICES.MSC

3. Jika sudah muncul kotak dialog Service, cari Windows Update

4. Dobel klik pada Windows Update. Pada tab General, cari Start Up Type, dan ganti menjadi Disabled. Jangan lupa untuk menekan tombol Stop.

5. Klik OK dan selesai.

Pada Windows XP

1. Pada keyboard, tekan tumbol windows dan tahan. Lalu, tekan tombol R tanpa melepas tombol windows tadi.

2. Jika ada kotak dialog RUN, Ketik SERVICES.MSC

3. Jika sudah muncul kotak dialog Service, cari Automatic Update

4. Dobel klik pada Windows Update. Pada tab General, cari Start Up Type, dan ganti menjadi Disabled. Jangan lupa untuk menekan tombol Stop.

5. Klik OK dan selesai.

Kenaikan Tarif Kereta : Harga = Pelayanan ?

Kereta KRL Commuter Anjlok

Tepat pada tanggal 1 Oktober 2012, PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) menetapkan kenaikan tarif sebesar Rp2.000 untuk semua  relasi. Selaku pengguna jasa kereta Commuter Line, saya tadinya agak sedikit menyesalkan kenaikan ini. Bagi orang seperti saya, kenaikan ini cukup berat dirasakan. Namun, karena masih belum ada transportasi lain yang bisa menandingi keunggulan KRL, saya urungkan niat untuk pindah ke jenis transportasi yang lain.

Melihat kejadian beberapa hari yang lalu (Kamis, 4 Oktober 2012), saya jadi teringat salah seorang teman saya yang berkata “itu akibat banyak orang yang gak ikhlas tarif kereta naik“. Tidak mau megecewakan para penggunanya, PT KCJ pun langsung memberikan kompensasi bagi para penumpang dengan menyewa beberapa angkutan umum dan memberikan tiket gratis. Sepertinya, PT KCJ tidak ingin sampai ada yang berkomentar “Naik tarif malah dapat musibah. Katanya peningkatan pelayanan, kok malah keretanya anjlok ?“.

Yang ingin saya lihat kedepannya bagaimana PT KCJ memberikan kompensasi untuk keterlambatan yang diakibatkan oleh KRL ekonomi (yang menurut rencananya akan dihapuskan) yang sering mogok. Menarik, bukan?

Selaku orang biasa yang hanya sebatas End User, saya berkomentar : PT KCJ, tingkatkan terus prestasi kalian. Buat kami tidak kecewa, karena kami mengandalkanmu. Kau bagian hidupku, tanpamu aku butiran debu…