Perusahaan Butuh Lulusan yang Out-Of-The-Box

Untitled-1

Beberapa hari belakangan ini saya jalan-jalan ke beberapa perusahaan. Rencana mau perbaikan karier, tapi belum ada jawaban lagi dari yang perushaan-perusahaan itu. Entah makin ke sini makin nggak yakin mau terima tawaran perushaan yang mana andaikan semuanya diterima. Nyari yang cocok sama culture mereka, itu targetnya.

Jadi di salah satu perusahaan, ada satu yang paling unik. Pertama, pakai bahasa Inggris karena merupakan perusahaan Jepang mitra Google, bergerak di bidang agen periklanan dan manager mereka orang Jepang asli. Kedua, yang namanya mitra Google, benefit dan pressure nya nggak jauh dengan fasilitasnya karyawan Google. Saya iseng aja apply ke sana, dan betul saja seperti khas nya Google : penuh kejutan dan out-of-the-box.

Dari wawancara panjang saya dengan officer nya, saya baru menyadari beberapa yang harus saya perbaiki tentang bekerja dan menjalani hidup dan meningkatkan peluang peningkatan karier.

Jadilah orang yang selalu memberi solusi untuk masalah orang lain. Misalnya Google yang hadir untuk memberi hasil pencarian terbaik dengan algoritma canggih. Jangan jadikan solusi lama untuk menyelesaikan masalah baru yang serupa dengan masalah yang lama. Karena harus punya solusi yang jauh lebih “gila” daripada yang sudah ada saat ini. Harus bisa melihat lingkungan dan permasalahannya, merumuskan permasalahan, ambil hipotesa, lakukan percobaan sampel, jika berhasil di percobaan sampel langsung terapkan dan jadilah orang yang pertama dan terbaik dalam menemukan sebuah solusi.

Sayangnya, kalau saya nilai diri saya sendiri dari interview dengan mereka, nilai saya enggak menggembirakan. Agak terganggu masalah perut saya yang mulai kehabisan bahan untuk diolah, jadilah saya blank dan enggak berhasil mengesankan mereka. Jadi saya berjanji saya akan lebih out of the box dan lebih banyak mencari inspirasi.

Iklan

Telematika : Tren Saat Ini dan Yang Akan Datang

Keterangan Pers Mengenai Perkembangan KTT APEC...

Tiffatul Sembiring (APEC 2013)

Pengertian Telematika

Seperti yang kita ketahui bersama, telematika merupakan gabungan dari Telekomunikasi, media, dan Informatika yang semula berkembang secara terpisah. Istilah telematika pertama kali dipopulerkan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe. Pemanfaatan dari telematika kebanyakan melibatkan teknologi navigasi (GPS).  Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Perkembangan telematika saat ini

Image representing Picmix as depicted in Crunc...

Picmix

Saya akan membahas perkembangan tren telematika di Indonesia. Jika kita melihat kembali ke tahun 2005 di mana saat itu pertama kalinya operator telekomunikasi Indonesia dan pengguna ponsel di Indonesia mulai melakukan perang tarif untuk semakin melebarkan sayap bisnis mereka untuk semakin memperbanyak jumlah pelanggan mereka. Jika dahulu perang tarif diberlakukan untuk tarif SMS dan telfon, maka tren saat ini adalah perang tarif internet. Tren perang tarif internet ini tidak lepas pengaruhnya dari kebutuhan para pengguna yang menginginkan pengiriman dan penerimaan data dan informasi. Selera konsumen khususnya di Indonesia mempengaruhi kebutuhan akan jaringan Internet sebagai media penyalur data dan informasi. Saat ini, sudah mulai akan dibangun jaringan 4G yang akan menggantikan teknologi 3G.

Selera para pengguna di Indonesia cenderung lebih senang bersosialisasi, sehingga media berbagi status, foto, momen, bahkan lokasi mereka saat ini. Orang di kota-kota besar Indonesia sudah akrab dengan Facebook, Twitter, Instagram, Path, bahkan Foursquare. Sebuah benda ajaib bernama “ponsel pintar” laris manis di Indonesia disebabkan “ponsel pintar” bisa mendukung selera mereka yang ingin bersosial meski jarak membatasi mereka. Tren ini juga dimanfaatkan para pembuat aplikasi di Indonesia yang mulai menyasar dan memasarkan berbagai produk aplikasi untuk ponsel pintar atau smart phone, salah satu aplikasi pengembang (developer) Indonesia yang cukup mendunia adalah PicMix, yang memiliki konsep untuk menggabungkan beberapa foto dengan bingkai dan dapat ditambah dengan beberapa efek dan hiasan. Konsumen di Indonesia juga mulai mengenal banyak fitur lain dari smartphone seperti push mail, layanan pesan cepat (instant messenger),VoIP, layaan peta dan lokasi digital (GPS), pengatur jadwal (task scheduler), dan pengingat ulang tahun (calendar).

Produsen ponsel di Indonesia juga ikut latah dikarenakan tuntutan para konsumen yang tidak bisa dipenuhi lagi dengan ponsel berfitur minim dan berspesifikasi rendah. Mereka mulai latah membuat smartphone murah berbasis Android setelah pangsa pasar mereka digerus oleh raksasa dari Korea (Samsung). Tren ukuran dari ponsel pun berganti. Dahulu orang ingin membawa sebuah ponsel yang masuk ke saku mereka, namun saat ini mereka lebih ingin sebuah ponsel yang berlayar besar dengan baterai berdaya tahan lama. Produsen berlomba menghadirkan jajaran produk-produk mereka sehingga lahirlah sebuah produk hybrid gabungan smartphone dan tablet (lebih dikenal dengan phablet).

Kantor pelayanan dan pemerintahan pun ikut memanfaatkan telematika. Kantor PLN kini membuka fitur yang memungkinkan pengguna baru yang ingin memasang listrik mendaftar online lewat internet. Lembaga-lembaga penddikan juga sudah membuka fitur pendaftaran online melalui internet.

Tren yang akan datang

The 599-999 cc Smart car is considered by some...

Smart Car

Jika saat ini perkembangan lebih menonjol pada smartphone, maka tren ke depan akan hadir smart car, yakni sebuah mobil yang akan menyediakan konektivitas smartphone yang dimiliki penguna dengan mobil yang sedang mereka kendarai. Smartcar juga dilengkapi GPS, sensor pencegah kecelakaan akibat kelalaian pengemudi, dan sarana multimedia di mobil yang saat ini mulai berbasis internet. Diagnosis kerusakan mobil juga sangat mudah, pengguna hanya menghubungkan mobil mereka dengan smartphone mereka dan dapat dikeahui keadaan mobil apakah perlu dibawa ke bengkel atau tidak.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Telekomunikasi_seluler_di_Indonesia

http://bagasirawanganteng.blogspot.com/2012/10/pengantar-telematika.html

Cerpen Anak : Klim dan Impiannya Melihat Salju

Di sebuah hutan yang dikelilingi oleh lebatnya pepohonan hijau, hiduplah seorang anak yang bernama Klim. Dia berangan-angan ingin melihat salju. Ia mengutarakan keinginan itu kepada sang Ibu, dan Ibu Klim berkata pada anaknya “Mungkin di suatu negeri di seberang sana kau akan menemukannya”. Lalu Klim bertanya pada ibunya “Bagaimana caranya aku pergi ke negeri itu?”, Ibu Klim berkata “Coba temui pamanmu. Mungkin dia mengetahui bagaimana caranya agar mencapai tempat tersebut”. Lalu, Klim bergegas pergi dari rumahnya di  perbukitan untuk menemui pamannya.

Paman Klim adalah seorang ahli dalam membuat kerajinan dari kayu. Pamannya juga pernah membuat kapal layar bersama dengan pekerjanya. Setelah ia menemui pamannya dan mengatakan bahwa ia ingin melihat salju, paman Klim berkata “Klim, yang paman tahu, perjalanan menuju negeri bersalju itu sangatlah berat. Kita membutuhkan banyak perbekalan dan tidak banyak dari orang-orang yang menempuh perjalanan ke negeri itu hilang ditelan keganasan ombak lautan”. Dengan kecewa, Klim pun pergi menuju dermaga kapal, tak jauh dari rumah pamannya.

Dia termenung dan masih memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa pergi ke negeri seberang untuk melihat salju. Sembari memancing, dia terus memikirkan segala hal tentang salju. Ia terus teringat-ingat dengan kisah temannya yang pernah diajak ayahnya yang seorang pedagang menjelajahi negeri-negeri. Lalu, terasa jorannya bergetar, lalu ia tarik dan iapun mendapatkan seekor ikan. Entah kenapa Klim merasa kasihan dan melepaskan kembali ikan itu.

Di tengah perjalanan pulang, ia bertemu dengan Jim, temannya yang pernah diajak oleh ayahnya melihat negeri bersalju itu. “Kenapa mukamu murung begitu?” sapa Jim. Klim berkata “Aku ingin melihat salju. Aku ingin sekali”. “Baiklah, teman. Besok ayahku akan ke negeri bersalju lagi. Tidakkah kau rasakan angin di sini mulai terasa dingin? Itu tandanya di negeri itu sedang turun salju. Kau boleh ikut aku dan ayahku. Setidaknya aku punya teman di sana, ayahku pasti setuju dang sangat senang”. “Wah, asyik! Aku akan minta izin ibuku dulu kalau begitu”. Klim pun bergegas pergi ke rumahnya dan mengatakan kepada ibunya bahwa ia ingin pergi bersama dengan Jim untuk melihat salju. Ibunya pun menyetujui dia pergi.

Keesokan paginya, Klim pergi dengan semangat menuju negeri bersalju. “Akhirnya, impianku terwujud. Aku percaya dan yakin impianku akan terwujud bila aku tetap percaya bahwa mimpiku akan terwujud” ucapnya dalam hati.

Internet : Testimoni Gaya Novel

Internet. Orang sudah tidak asing lagi dengan jaringan yang satu ini. Meski mereka sendiri tidak begitu mengerti apa arti internet sebenarnya. “Apa itu internet ?” jawaban mereka : indomie telor kornet, internetwork, international network, jaringan komputer yang menghubungkan seluruh komputer di seluruh dunia, jaringan global, yang untuk BBM sama Twitter, makanan apaan itu ?, Bahasa planet mana itu ?, Itu looo yang pake paket full service dan banyak jawaban-jawaban yang lainnya.

Mereka hari ini baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat di dalamnya. ATM, social media Facebook, BBM, Twitter, website, playstore, email, BB, Android, Paket, Kuota, Socialita, Full service, WhatsApp, Line, Foursquare, blog, Google, Yahoo!, streaming, jual beli online, kaskus, dan serentet kata-kata yang kini bukan lagi “dianggap” bahasa asing yang perlu diterjemahkan dengan kamus beratus ribu lembar halaman.

Mereka tidak akan pernah peduli bagaimana sejarah internet, yang dulu merupakan koneksi komunikasi rahasia departemen Pertahanan Amerika Serikat tahun 1969 yang dikenal dengan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) yang berhasil membuat 2 buah komputer saling berkomunikasi melalui jaringan telepon kabel untuk keperluan militer. Atau tentang TCP/IP yang terbagi atas 7 lapisan yang membuat BBM mereka terkirim tanpa pending. Atau tentang bagaimana koneksi broadband yang membuat mereka menerima kiriman 60 397 977 karakter per detik ke gadget mereka. Banyak orang yang tidak mau dan memahami arti sebuah kerumitan yang membuat mereka lupa. Dan kini, mereka terlena akibat kemudahan yang ditimbulkan dari kesulitan dan kerumitan yang dulunya ada.

Internet kini digunakan untuk semua orang. Entah berapa jumlah pelanggan yang memiliki akses internet. Mulai dari balita, pelajar, tukang ojek, tukang ketoprak, tukang somai, direktur, presiden, banyak sekali. Hambatan waktu dan tempat bukan kendala; internet tersedia 24 jam non-stop. Kapan stopnya ya?; kiamat internet pasti terjadi, tetapi waktunya tidak ada yang tahu. Meski isu yang beredar sudah muncul, ternyata hanya tipuan saja. KIta semua mungkin tidak merasakan kerumitan bagaimana sebuah jaringan komputer seluruh dunia (internet) dibuat. Tapi kita menikmati hasil jerih payah orang (yang kalian katakan : “orang kurang kerjaan”) yang menciptakan sebuah benda sederhana dari sebuah kerumitan yang kompleks (yang malah menciptakan “kerjaan”).