Ke ruang nakhoda KMP Port Link III

Udah berapa lama ini blog nggak ada posting baru ya? Maklum sekarang saya lagi galau nyari kerjaan sana-sini tapi belum juga dapat hehehe… Abis lulus ternyata nggak gampang cari kerjaan. Agak nyesel juga sebenernya melepas begitu aja pekerjaan di Integrated Laboratory. Padahal tujuan sebenernya biar bisa kerja di Lampung, ternyata susah banget nyari kerjaan di Lampung. Nggak ada lowongan untuk anak Sistem Informasi.

Oke lanjut ke topik awal. Perjalanan kali ini dari rumah mau ke Bogor dengan tujuan mau ngambil ijazah yang katanya sudah jadi. So, ya dari Lampung berangkat mengendarai bus DAMRI Royal Class seharga Rp270000. Perjalanan menyenangkan sih walaupun berangkat sendirian dan penumpang sebelah saya nggak enak buat diajak ngobrol, cuek abis. Sampe akhirnya saking bete nya saya ketiduran. Pas bangun udah sampe di Dermaga 3 Bakauheni.

Nungguin bus masuk ke dalam kapal yang dinaekin sama bapak Jokowi pas abis kunjungan ke Lampung, KMP Port Link III punyanya ASDP. Kapalnya punya ruangan untuk kendaraan yang besar plus ada kafe dan ruang karaoke juga (baru ini, loo yang ada ruang karaokenya). Awalnya agak membingungkan kapal ini, karena susunan ruangannya berbeda dari kebanyakan kapal-kapal lainnya. Dari pajangan-pajangan gambar di dinding kapal, ternyata kapal ini kapal dari negara Korea. Saya di kafenya menikmati santap malam dan minum secangkir kopi, dengan ditemani penumpang yang asyik sama gadgetnya dan nggak bisa diajak ngobrol.

Terus jalan ke luar kafe dan bertemu dengan ABK yang duduk di tangga. Nggak sengaja jadi ngobrol. Saya jadi tau keluh kesahnya ABK yang harus jauh dari keluarga yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak pulang ke rumah, apa yang mereka lakukan di kapal, tantangan di laut, sampai spesifikasi kapal yang sedang saya naiki. Tiba-tiba menawari saya naik ke bagian nakhoda kapal. Sayapun mengiyakan saja, kesempatan langka looo… Hehehe… Jarang-jarang penumpang biasa tapi ke kabin nakhoda hehehe… Seumur hidup baru kali ini saya naik ke bagian nakhoda.

Sampai di ruang nakhoda,  saya melihat beberapa peralatan navigasi seperti radar dan kompas, dan panel-panel indikator yang sepertinya sensor asap. Juru kemudi kapal ada dua, yaitu orang yang mengendalikan kecepatan kapal, dan yang mengatur arah kapal. Tapi saat saya naik ke kabin kapten kapal sedang beristirahat. Ada juga ruangan khusus untuk komunikasi antara nakhoda dan pihak dermaga. Ruangannya luas dan masing-masing kru bertugas sesuai arahan kapten. Hmmm… seru sekali rasanya.

Satu hal yang saya pelajari adalah : jangan menganggap remeh orang lain. Jangan cuek. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi jika kita mau membuka diri untuk orang lain. Mungkin saja dari perkenalan iseng, kita bisa dapat teman, jodoh, pekerjaan, pengalaman, atau sekedar cerita yang belum pernah kita dengar sebelumnya. Jangan sibuk sama gadget mulu… Hehehehe….

http://lampost.co/berita/tiba-di-merak-presiden-jokowi-naik-kmp-port-link-iii

http://bisnis.liputan6.com/read/612230/kapal-termewah-ri-dibikin-di-tempat-yang-sama-dengan-titanic

Mungkinkah Menginstall Android di Smartphone Manapun?

Android untuk semua perangkat

Android untuk semua perangkat (Sumber : XDA)

Jam 8 pagi hari ini, saya sedang asyik mengoprek Evercoss A7S* yang baru saya beli beberapa hari yang lalu. Masih penasaran dan terus mencoba untuk mengubah tampilan Android ini supaya mirip dengan beberapa merk Smartphone Android terkenal. Setelah beberapa kali mencoba dan terus gagal, muncul di benak saya : “mungkinkah menginstall Android di smartphone manapun?”. Lalu saya pun langsung mencari informasi di mesin pencari dan menemukan jawabannya : “Bisa, tapi dengan syarat” (seperti di film-film ya hehehe… ). Syarat yang harus dipenuhi bukanlah persyaratan yang mudah. Pasalnya, ini tidak seperti kita akan menginstall Linux ataupun Windows di PC atau laptop yang hanya membutuhkan satu atau beberapa keping DVD ditambah dengan driver. Kenapa begitu? Bukannya Android itu Linux juga? Baiklah, di sini saya akan mencoba menjelaskannya  (sumber http://source.android.com).

  1. Android berjalan di atas Linux Environment, sehingganya kita memerlukan Linux atau Machintos untuk membangun Android. Untuk kompilasi Android, spesifikasi perangkat lunkan dan perangkat keras yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :  arsitektur komuter yang digunakan harus 64-bit dan memiliki minimal 30 GB, sekali pembuatan bisa membutuhkan lebih dari 100GB. Kode sumber (source code) android adalah sebesar 8,5 GB. Kita juga harus memasang Python 2.7, GNU Make 2.7, Java Developer Kit 7, dan Git 7.
  2. Memilih versi master Android (apakah Kitkat, Jellybean, ICS, dsb) yang akan dikompilasi. File master tersedia di repository. Setelah itu, kita harus mmbuat Kernel untuk Android. Kernel merupakan dasar dari Android yang akan menjembatani komunikasi antara hardware dan software.
  3. Kita harus menyediakan driver-driver agar Android dapat mengakses hardware seperti kamera, suara, touchscreen, dan sebagainya.  Driver ini juga akan berkomunikasi dengan HAL (Hardware Abstraction Layer)
  4. Intinya sangatlah sulit jika kita ingin menginstall Android pada setiap device. Karena sebuah perangkat yang diproduksi suatu perusahaan memiliki susunan perangkat keras yang berbeda dan membutuhkan driver yang sesuai dengan perangkat keras yang ada.

Jenis Pekerjaan Apa Untuk Lulusan Sistem Informasi

Posting Singkat ini ada ceritanya. Begini, hari Jumat beberapa pekan lalu dosen mata kuliah Etika & Profesionalisme mengajukan pertanyaan yang cukup membuat mahasiswanya berfikir keras. “Sekarang kan udah mau lulus, kalian mau lulus secepat mungkin, kan? Nah kalo kaliah udah lulus kalian mau jadi apa? Apa jurus Kamehameha lu pada?” begitulah kira-kira kalimat yang dilontarkan ke arah kami sekelas. Dia mencoba memberi arahan kepada kami untuk mencari di beberapa situs lowongan kerja di internet :

1. Apa jenis pekerjaan/profesi yang sedang banyak dibutuhkan oleh perusahaan yang sesuai dengan jurusan Sistem Informasi?
2. Apa yang perusahaan inginkan dari seorang fresh graduate?
3. Berapa besar gaji yang bisa didapat dari jenis pekerjaan tersebut?
4. “Jurus kamehameha” (hardskill) apa yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut?

Baca Juga : Perusahaan Butuh Lulusan yang Out-Of-The-Box

Oke, kita jawab satu-persatu :

1. Setelah saya survey di beberapa situs lowongan kerja (JobsDb dan Jobstreet Indonesia), peluang kerja untuk lulusan Sistem Informasi antara lain Programmer, Junior Manager Assistant , System Analyst Assistant, Application development, Monitoring System, Search Engine Optimizer, Network Administrator, dan beberapa pekerjaan yang masih berkaitan dengan teknologi informasi lainnya. Perusahaan yang membutuhkan adalah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari perbankan, keuangan, asuransi, otomotif, industri software, dan lainnya.  Sistem kerja ada yang tetap, per jam, kontrak, paruh waktu, dan sebagainya.

2. Seorang fresh graduate yang diinginkan perusahaan adalah seorang yang rajin, jujur, mau mempelajari berbagai hal baru, mampu berkomunikasi yang baik, menguasai bahasa asing (aktif, pasif, baik tulisan maupun lisan), mampu bergaul dan cepat beradaptasi, serta syarat-syarat seperti kemampuan pemrograman, analisa, dan standar IPK minimal 2,75 dan 3,00.

3. Nah, bicara soal gaji maksimal Rp. 7.000.000,- (tapi lupa untuk pekerjaan apa dan di perusahaan apa). Kebanyakan perusahaan masih membuka negosiasi soal berapa jumlah uang yang akan diberikan kepada karyawannya.

4. Kebanyakan perusahaan membutuhkan pegawai yang mengerti cara mengoperasikan komputer (terutama sistem operasi Windows), Pemrograman baik database, prosedural maupun berbasis objek (C#, Java, PHP, MySQL, ASP.NET, VB.NET),  mengetahui tentang jaringan komputer dan konfigurasi dasar jaringan, megerti tentang resource planning dan ilmu tentang manajemen perusahaan.

Demikian, semoga bermanfaat dan kalo ada yang kurang atau dikoreksi, silakan beri komentar Anda. Terima kasih :-)

Open Source di Tahun 2014 : Iya atau Tidak ?

Dr Peni Suparto, M.AP

Dr Peni Suparto, M.AP

Sesuatu yang patut diapresiasi dari walikota Malang, bapak Drs.Peni Suparto, M.AP. Beliau telah melakukan terobosan yang bisa ditiru semua orang yakni menggalakan gerakan open source, yakni memanfaatkan dan menggunakan software yang berlisensi bebas digunakan secara gratis, artinya tidak perlu membayar biaya lisensi. Misalnya jika selama ini kita menggunakan Microsoft Windows yang harganya jutaan, kita bisa menggantinya dengan menggunakan Linux Ubuntu yang bebas digunakan sampai kapanpun tanpa harus membayar biaya. Penggunaan software open source setidaknya bisa mengurangi angka pembajakan perangkat lunak bajakan/cracked. Saya sendiri sebenarnya juga ingin berpindah ke perangkat lunak open source, tetapi masih banyaknya kekurangan-kekurangan dari perangkat lunak open source membuat saya meragukannya. Seperti masih banyak perangkat lunak open source yang sulit digunakan. Tetapi sisi tidak “mencuri milik seseorang” lah yang menjadi pertimbangan terbesar, meski program open source sedikit-banyak menjiplak program-program berbayar.

Sudah saatnya di momen tahun baru 2014 ini kita mencoba untuk melakukan hal baik dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita. Semoga saja seluruh program open source akan bisa sebaik Android yang mudah digunakan dan merajai dunia hingga saat ini. Dan semoga saja pesaing-pesaing baru seperti Sailfish (yang didirikan oleh para mantan pegawai Nokia yang kini Nokia sudah dibeli oleh Microsotf) dan Fireox OS, yang keduanya juga open source disambut hangat oleh dunia. Saya juga berharap Microsoft dengan sistem operasi Windows Phone nya; yang sudah dijiplak oleh Sailfish, Android KitKat, Bahkan IOS terbaru; lebih sukses dari yang menconteknya. Amin :-)